2012books.lardbucket.org

Sstt, Anggapan-anggapan Ini Hanya Bisa Kamu Temukan di Indonesia!

Posted on

Indonesia, negara kita, memang kaya akan budaya dan suku bangsa. Mulai dari bermacam-macam adat istiadat, bahasa daerah, serta makanan khas yang beraneka ragam.

Kemudian masyarakat yang memiliki berbagai macam ciri khas di kehidupan bersosialisasi yang beraneka ragam, termasuk beberapa mitos dan anggapan-anggapan yang beragam pula.

Biasanya beberapa mitos dan anggapan dalam masyarakat tersebut lahir bukan karena keisengan atau kebetulan saja.

Namun hal tersebut ada karena beberapa unsur kebetulan yang kemudian dianggap memang benar seperti itulah kenyataannya sehingga diwariskan turun-temurun.

Nah uniknya, beberapa anggapan yang hadir di masyarakat Indonesia ini ternyata tak akan kita temukan di negara lain lho!

Percaya atau tidak, ini dia beberapa anggapan ‘populer’ yang hanya dimiliki oleh Indonesia.

Anggapan Tentang Makan Nasi

www.ningsavin.com
www.ningsavin.com

Pertanyaan “sudah makan atau belum?” kepada seseorang, yang kemudian dijawab dengan “belum, baru makan roti dan minum susu saja tadi.”, pasti sudah sering kamu dengar.

Ya, apapun yang sudah dimakan, kalau itu belum ada unsur nasi di dalamnya, berarti kamu belum makan! Hehehe.

Begitulah anggapan yang populer di masyarakat Indonesia, khususnya di Indonesia bagian barat, bahwa indikator dari seseorang sudah makan adalah kalau dia sudah menyantap nasi.

Anggapan Tentang Sudah Bekerja

kpif07.wordpress.com
kpif07.wordpress.com

Kemudian ada lagi pertanyaan yang juga tak kalah populer, “anakmu sudah lulus? Sekarang kerja di mana?”, kemudian jawabannya, “sudah, masih menganggur, hanya jualan baju online.”.

Halo? Jualan baju online itu bukankah juga sedang bekerja? Hehehe.

Nah, itulah salah satu anggapan yang juga tak kalah populer di kalangan masyarakat Indonesia, bahwa indikator seseorang sudah bekerja itu menjadi karyawan kantoran.

Sehingga bagi kamu yang menekuni bisnis atau sedang berwirausaha, hati-hati lho, kamu bisa di’tuduh’ sebagai pengangguran. Hehe.

Anggapan Tentang Menikah Sebelum Saudara Tua

acehraya.co.id
acehraya.co.id

Banyak kejadian di masyarakat Indonesia tentang seseorang yang sebenarnya sudah siap menikah dan sudah ada calon yang cocok ternyata harus gagal menuju ke pelaminan.

Alasannya adalah tak berani melangkahi saudara tua. Pamali.

Sebenarnya, bukankah jodoh itu sudah diatur oleh Tuhan? Sehingga anggapan tentang kakak yang tak akan dapat jodoh jika dilangkahi adiknya menikah itu sebenarnya kurang tepat.

Namun begitulah, anggapan yang diwariskan turun temurun ini, memang hanya ada di Indonesia. Hehehe.

Anggapan Tentang Tingkat Kepintaran Seseorang

lintasgenerasi.com
lintasgenerasi.com

Kali ini anggapan masyarakat yang sepertinya memang hanya di Indonesia terkait tentang dunia pendidikan.

Apakah kamu pernah menghalalkan segala cara demi mendapatkan nilai bagus dalam ujian dan rangking yang tinggi saat kenaikan kelas?

Ya, budaya kecurangan itu sejatinya hadir karena anggapan masyarakat yang sudah mengakar kuat bahwa seseorang lebih dibilang pintar karena hasil, bukan karena proses.

Jadi secerdas apapun dia dalam memecahkan masalah, kalau nilainya jelek ya dia tak layak dikatakan pintar. Adil kah?

Nah, itulah tadi keempat anggapan-anggapan ‘populer’ yang sering sekali kita dengar dan alami di tengah masyarakat Indonesia.

Mungkin beberapa anggapan benar adanya, namun ternyata kebanyakan juga anggapan-anggapan tersebut justru merugikan bangsa Indonesia sendiri lho!

Untuk itu, mulai dari dini kita harus bisa menanamkan pemikiran yang lebih dewasa dan berdasar pada keTuhanan kepada generasi muda Indonesia saat ini.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *