Pernah tahu pedagang cilok? Atau yang biasa kita kenal dengan jajanan pentol dari tepung kanji yang kita pikir mungkin penghasilan per harinya tak seberapa.

Ya, mungkin bagi sebagian orang penghasilan rata-rata pedagang kecil seperti itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun tidak dengan Muhammad Mualimin. Dia adalahs alahs eorang pedagang cilok yang patut dibilang sukses.

Bukan sukses menjadi kaya raya, namun sukses menyejahterakan anak dan istrinya, terutama menguliahkan istrinya sampai jenjang S2!

Prestasi luar biasa dari sosok Mualimin ini tak dilakukannya secara mudah, butuh banyak perjuangan dan kerja keras, pantang menyerah, juga banyak memohon kepada Allah SWT.

Mualimin menabung sebagian penghasilan dagang ciloknya untuk biaya kuliah sang Istri, mulai dari tingkat S1 sampai S2, bahkan sampai lulus.

Disamping tentunya sebagian penghasilan lainnya untuk memnuhi kebutuhan keluarga.

1Pindah dari Lampung Menuju Ponorogo

khabarjoss.wordpress.com

Mualimin atau yang biasa disapa Alim berasal dari Lampung, begitupun sang Istri. Mereka menikah di Lampung dan sempat hidup bersama beberapa tahun di sana.

Kehidupan di Lampung yang semakin sulit mengantarkan perjalanan Alim dan istri ke sebuah Kota di Jawa Timur, yaitu Ponorogo.

Awalnya Alim dan istri sangat kaget, karena tentunya berbeda sekali segala sesuatunya dengan di Lampung.

Mulai dari adat istiadat, kebiasaan, masyarakat, bahkan mereka pun sempat kesulitan mencari pekerjaan demi menunjang kehidupan.

Namun bukan Alim namanya kalau tidak segera memikitkan jalan keluar yang kreatif. Setelah sempat mencoba berjualan ini dan itu, Alim memilih konsisten berjualan cilok.

2Jualannya Laris dan Keuangan yang Pandai Diatur

komunitasharapansemarang.wordpress.com

Kerja sama antara Alim dan istri sangat baik, penghasilan Alim dimanfaatkan oleh istri dengan sebaik mungkin untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan biaya anak-anak.

Dan sisanya, Alim tabung untuk keperluan biasa kuliah istrinya. Alim kasihan melihat istrinya yang sebenarnya cerdas itu harus tidak kuliah sementara waktu karena terkendala biaya.

Dengan kecerdasan dan tentu ketekunannya, bahkan istri Alim mampu melanjutkan kuliah hingga jenjang S2 di Magister Ekonomi Syariah.

Cilok Alim yang enak mulai semakin laris, disyukuri oleh Alim dan istri dengan dimanfaatkan sebaik mungkin penghasilannya, tidak dihamburkan untuk keperluan tidak penting.

3Istri Alim Lulus Magister Ekonomi Syariah

syariah.uin-malang.ac.id

Setelah menjalani ujian thesis, akhirnya istri Alim berhasil menuntaskan pendidikan S2nya di Magister Ekonomi Syariah.

Alim bangga kepada istrinya yang selain cerdas, tekun, juga sangat sabar mendampinginya berjuang mulai dari bawah dahulu hingga dia bisa lumayan mapan seperti ini.

Alim meyakini bahwa segala sesuatu sudah digariskan oleh Allah, sehingga dalam keadaan apapun manusia harus terus berusaha dan tentunya memohon yang terbaik kepada Allah.