Banyak orang haus akan berita. Setiap hari ingin sekali update kabar terbaru, baik tentang dalam negeri Indonesia maupun tentang dunia Internasional.

Ada yang ingin mengetahui tentang masalah kepemerintahan, rakyat, dan kriminal, namun ada pula yang sekedar ingin tahu terkait dunia hiburan, olahraga, atau otomotif.

Melihat kebutuhan tersebut, banyak media harian Indonesia, baik yang cetak maupun dalam bentuk online, berlomba-lomba menyuguhkan berita menarik dan paling aktual kepada masyarakat.

Hasilnya, kebutuhan akan tenaga jurnalis pun semakin meningkat. Dan jelas ini menguntungkan bagi para pemuda Indonesia, untuk bisa mengembangkan kariernya di bidang jurnalistik.

Namun tahukah kamu, bahwa menjadi seorang jurnalistik itu tidaklah segampang apa yang kita lihat? Walau memang sih semua pekerjaan selalu ada resikonya.

Namun suka duka yang seperti ini, hmm…agaknya hanya para jurnalis media harian saja deh yang memahaminya. Hehehe.

1Dikejar Deadline Berita, Membuat Istirahat Menjadi Sesuatu Yang Langka

www.123rf.com

Namanya juga media harian, berarti setiap berita baru yang akan dikeluarkan pada esok harinya memang harus berita yang benar-benar baru.

Nah, untuk mendapatkan itu, mulai dari mencari sumber berita, sampai siap diterbitkan, para jurnalis harus ekstra sabar dan kuat dalam mengejar deadline itu.

Mulai dari harus berpanas-panas mencari sumber dan narasumber, kemudian mengolah laporannya, dan bahkan jika ada bahan yang kurang harus siap bolak-balik lagi.

Akhirnya istirahat pun menjadi berkurang, dan berubah menjadi sesuatu hal yang langka. Hehehe.

2Senangnya, Bisa Bertemu Dengan Orang-orang Terkenal

yogyakarta.kemenag.go.id

Mencari sumber berita berarti harus siap menemui yang namanya narasumber. Ya, itulah tugas dari seorang jurnalis.

Eits, tak selamanya lho menemui narasumber itu menyebalkan.

Walau memang kadang ketika ditolak atau mendadak pertemuannya dibatalkan, rasanya ingin marah saja kan? Hehehe.

Namun saat bertemu dengan narasumber yang adalah orang-orang terkenal, selain kita bisa menjalin hubungan baik dengan mereka secara instansi atau bahkan personal, kita juga dapat ilmu gratisan.

Ya, dengan menjadi jurnalis, kesempatan bertemu orang-orang terkenal atau orang-orang hebat di Indonesia atau bahkan luar negeri sekalipun, akan bisa kamu dapatkan.

3Senangnya Lagi, Bisa Kemana-mana Kan?

www.abahraka.com

Selain bisa bertemu dengan orang-orang terkenal atau orang-orang hebat yang entah ingin atau sebelumnya tidak terlalu ingin kamu temui, demi mencari berita, kamu bisa sekalian traveling lho!

Eh tapi ini bukan untuk bersenang-senang ya, jadi walaupun kamu sedikit mendapat keuntungan jalan-jalan sebagai seorang jurnalis, namun tetap kamu harus mengutamakan tugas utamamu.

Yaitu mencari berita!

4Namun Resiko Bahaya Tetap Harus Siap Ditanggung

blj.co.id

Berita pun bisa juga didapatkan di sebuah tempat yang tengah terjadi konflik bahkan perang. Dan seorang jurnalis harus siap jika memang dia akan ditugaskan meliput ke wilayah tersbeut.

Bisa dibayangkan bukan resikonya?

Ya, selain resiko meninggal dalam tugas karena memang di sana daerah yang sedang berperang atau berkonflik, banyak pula kisah memilukan para jurnalis yang malah justru menjadi sasaran penyanderaan.

Namun memang dari semua suka duka tersebut, kita semua patut berterimakasih kepada media dan para jurnalis hebatnya, karena dengan mereka kita bisa mendapatkan berita-berita terbaru.

Kita bisa mendapatkan banyak ilmu dari kerja keras mereka.

Terlepas banyak jurnalis atau media yang menghalalkan kebohongan berita demi popularitas, kita tetap tak boleh memukul rata semuanya.

Jadilah rakyat Indonesia yang bersikap bijaksana dan dewasa, dengan mau mengapresiasi setiap prestasi yang telah dicetak oleh Anak Bangsa ini.