Mahasiswa semester akhir, biasanya identik dengan postingan galau di medsos masing-masing, mengeluhkan tentang beratnya tugas akhir.

Biasanya juga ada yang menghibur diri sendiri dan teman-temannya dengan memposting berbagai kata motivasi penyemangat agar segera lulus.

Ternyata kegalauan tersebut bukan tanpa sebab, karena memang perjuangan meraih predikat lulus sebagai sarjana itu bukan seperti perjuangan lulus dari sekolah.

Jika untuk lulus sekolah kamu perlu melewati masa Ujian Akhir Nasional, seperti Ujian Sekolah biasa dengan mata pelajaran tertentu yang akan diujikan.

Maka yang seru dari proses menuju lulus para mahasiswa adalah, tanpa melewati ujian mengerjakan soal, namun membuat sebuah karya yang harus diakui oleh lembaga tempatnya kuliah.

Luar biasa kan? Hehehe.

Namun di balik ‘keren’nya gelar sarjana, kamu yang sudah atau belum atau bahkan sedang menjalaninya, akan paham betul bagaimana perjuangan menjemput gelar tersebut.

Sstt, itu karena memang hanya kalian yang paham benar rasanya. Hehehe.

1Tuhan, Tolong Beri Petunjuk Untuk Mendapatkan Tema dan Judul!

kampusholic.blogspot.com

Ketika dosen pembimbing skripsi atau tugas akhir sudah mempersilahkanmu untuk memulai penelitian atau membuat sebuah karya tersebut, hati tentu merasa senang sekai.

Namun setelah kesenangan, kembali ada kegalauan yang merayap. Yaitu proses pencarian tema dan judul dari tugas akhir atau skripsi yangs agat tidak mudah.

Kadang setelah kamu merasa cocok dengan tema dan judul tersebut, dosen tidak setuju karena beliau memiliki beberapa pertimbangan.

Dan yang kadang membuat kamu bingung, pertimbangan dari dosen kadang sulit kamu mengerti. Entah beliau yang terlalu pintar, atau kamu yang…ehm.

2Tema dan Judul Oke, Namun Bagaimana Memulainya?

ti.umk.ac.id

Oke, dosen sudah setuju dengan tema da judul yang kamu tawarkan. Beliau mulai memberikan saran, arahan, gambaran, bahkan jika kamu beruntung, modal, untuk memulai.

Eh tapi tunggu dulu! Kamu mulai bingung darimana kamu harus memulainya?

Kamu mau terlalu banyak bertanya kepada dosen mungkin sungkan atau malas karena dosenmu sulit ditemui, namun jika bertanya dengan teman-teman kamu semakin bingung.

Lalu kamu mulai sibuk mengumpulkan bahan-bahan, menjadi kutu buku di Perpustakaan demi memburu buku-buku literatur atau jurnal, dan sibuk membuka situs materi daripada medsosmu.

Mendadak kamu benar-benar merasa menjadi manusia kurang gaul. Iya kan? Hehehe.

3Setelah Berjalan, Kata Dosen Kamu Harus Revisi

kampusholic.co

Dan inilah saat-saat yang sangat menegangkan dalam hidupmu. Dimana kamu harus mati-matia berburu dosen demi mendapatkan petuah-petuah dan sarannya.

Tak hanya itu, kamu akan diberikan banyak sekali revisian yang kata beliau demi membuat skripsi atau tugas akhirmu baik, namun kadang kamu bingung dengan maksudnya.

Sabar! Karena perjuangan menunggu berjam-jam dosen di depa ruangannya, berlari-lari mengejarnya untuk meminta tandatangan atau persetujuan, hanya kalian kok yang merasakan sensasinya.

4Hore, Kamu Berhasil Menuju Sidang! Namun Kamu Harus Revisi Lagi

random.clicks.my.id

Akhirnya kamu bernafas lega karena telah melampaui yang namanya SIDANG SKRIPSI, waktu paling menentukan apakah kamu bisa lolos menuju yudisium atau tidak.

Ada sebagian dari kamu yang berbahagia dengan hasil lulus tanpa revisi, namun sepertinya itu hanya satu banding sekian.

Karena kebanyakan kamu para pejuang skripsi dengan alasan demi kualitas karya lebih baik, akan diberikan revisi oleh dosenmu.

Ya sudahlah, yang penting yudisium sudah di depan mata. Hehehe.

5Selesai Yudisium, Kamu Harus Kembali Pusing Dengan Syarat Wisuda

www.kompasiana.com

Kalau yang satu ini, mungkin kamu dengan yang lain akan memiliki cerita yang berbeda, tergantung dengan kebijakan kampus masing-masing.

Namun kebayakan pasti setuju, beberapa perguruan tinggi sedikit ‘rewel’ dalam memberikan syarat-syarat wisuda kepada mahasiswanya.

Hmm, walaupun begitu yakinlah, bagi kamu yang akan dan sedang menjadi pejuang skripsi, kata sarjana akan menjadikanmu puas da bahagia jika semua kamu raih dengan perjuangan keras.

Dan bagi kamu yang telah melewatinya selamat, kamu luar biasa!