Prof. Dr. Ir. H. M Nurdin Abdullah, M.Agr. adalah Bupati Kabupaten Bantaeng periode 2008-2013. Saat ini, Nurdin kembali menjadi menduduki jabatan yang sama untuk periode 2013-2018.

Pada bulan Mei 2015, Nurdi Abdullah bersama tiga pejabat lainnya menerima penghargaan “Tokoh Perubahan” dari surat kabar Republika.

Penghargaan tersebut diberikan pada Nurdin atas dedikasi dan kontribusi tiada henti demi mengangkat derajat Kabupaten Bantaeng di mata Nasional

Kembalinya ia menjadi Bupati Bantaeng di periode kedua, tentu bukan karena terbuainya masyarakat dengan janji-janji manis saat kampanye, atau karena sudah tidak ada lagi calon Bupati lain. Bukan karena itu.

Nurdin menjadi Bupati untuk kedua kalinya karena prestasi yang ia raih atas kerja kerasnya membuat Kabupaten Bantaeng menjadi seperti sekarang.

Memang apa saja prestasi yang berhasil ia raih?

Back

1. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bantaeng

Nurdin menjelaskan, sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Bantaeng pada tahun 2008, Bantaeng termasuk 199 daerah tertinggal di Indonesia.

Tiap tahun dilanda banjir, infrastruktur dan layanan kesehatan Kabupaten ini pun dinilai sangat buruk. Pertumbuhan ekonominya pun saat itu hanya 4,7% saja.

Namun, dengan kemampuan yang dimilikinya, daerah yang memiliki luas 395,83 km atau tak lebih besar dari Pulau Madura itu berhasil diubah dan ditingkatkan perekonomiannya.

Nurdin menyiasati APBD sebesar Rp 821 miliar dengan menggalang dana dari sumber lain. Selama 7 tahun ia bekerja keras memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng.

Hasilnya, Bantaeng berhasil mengalami pertumbuhan dari 4,7% menjadi 9,2%. Kini, Bantaeng menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

makassar.tribunnews.com
Back