Sebagai masyarakat pada umumnya, sekarang kebutuhan transaksi dan pengelolaan keuangan semua memang pasti ada kaitannya dengan bank.

Jual beli pun sekarang bisa dilakukan walau jarak jauh, tentunya dengan fasilitas transfer uang dari pembeli ke penjual. Lagi-lagi dengan bantuan bank.

Membeli rumah, tabungan hendak umroh atau haji, investasi, bahkan memang sekedar hanya untuk menyimpan uang saja, semua membutuhkan bank dan menggunakan bank.

Maka tak heran jika semakin dewasa zaman sekarang maka akan lebih mudah kita temukan bank-bank yang bisa membantu kita dalam menjalankan roda keuangan di masyarakat.

Bank-bank tersebut kemudian hadir di tengah-tengah umat manusia dengan berbagai macam tawaran yang disajikan, masing-masing bank berusaha menampilkan ke-khasan atau keistimewaannya tersendiri.

Ada yang menawarkan bunga tabungan yang rendah, ada yang menawarkan hadiah bagi para nasibah, dan berbagai fitur yang berusaha menarik masyarakat agar menjadi nasabahnya.

Terlepas dari banyaknya bank-bank konvensional, sistem keuangan syariah tak mau kalah. Maka muncul lah bank-bank syariah juga.

Bank-bank ini hadir mengatasi berbagai keresahan umat Muslim yang tak mau menjalankan transaksi riba di beberapa bank konvensional.

Namun tahukah kalian para Nasabah, sebenarnya dari mana sih sumber dana bank itu? Untuk menggaji karyawannya, untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka, dan sebagainya?

Ternyata ada 3 sumber besar dari pemasukan bank-bank di Indonesia ini.

Yang pertama adalah sumber dari bank itu sendiri. Biasanya bank konvensional mendapatkan sumber mandirinya dari pemegang saham bank, laba bank yang didapat dari bunga nasabah, dan cadangan-cadangan.

Sedangkan bank syariah mendapatkan dana mandiri dari modal awalnya, titipan nasabah (bagi hasil), dan berbagai transaksi berhukum syariah lainnya.

Yang kedua adalah sumber dari lembaga lain. Biasanya ini bank konvensional yang memakainya. Seperti kredit likuiditas dari BI, pinjaman antar bank, atau pinjaman dari bank luar negeri.

Dan yang terakhir adalah dana yang berasal dari pungutan masyarakat, seperti giro, cek, obligasi, atau deposito.