Sebagai warga Negara yang baik, sudah seharusnya kita mematuhi peraturan yang berlaku di Negara kita tercinta ini, Republik Indonesia.

Tak hanya aturan yang mengatur tentang masalah ekonomi, namun semuanya, termasuk masalah sosial, hukum, dan sebagainya.

Aturan tersebut dibentuk dan dibuat dengan tujuan untuk dipatuhi. Ketika ada kepatuhan dari semua warga Negara tanpa terkecuali, maka bisa dipastikan kehidupan Negara ini akan tertib dan aman.

Namun nyatanya, tak banyak warga yang mau tahu terkait berbagai hal yang menyangkut Negara ini, pun dari pemerintah juga sering kurang transparan atau edukasi kepada warganya.

Akhirnya berbagai masalah muncul mewarnai ketidakharmonisan warga dengan pemerintah.

Seperti soal ketidakpercayaan warga Negara kepada para Pemimpinnya, Pemimpin yang membohongi rakyatnya, kekayaan Negara yang digarong oleh para Koruptor, dan sebagainya.

Nah, salah satu hal yang perlu kita ketahui dan kenali tentang Negara kita ini adalah masalah keuangannya atau secara sisi ekonomi.

Seperti halnya rumah tangga kita, bahwa Negara juga membutuhkan pemasukan berupa materi atau uang demi menyejahterakan kehidupan rakyatnya.

Uang tersebut kemudian dipakai untuk santunan, pembangunan sarana dan prasarana, penyediaan bahan pangan, perumahan, dan masih banyak lagi.

Hmm, apakah kita semua sudah tahu sebenarnya dari mana saja sumber keuangan Negara kita tercinta ini?

Yang pertama adalah dari pajak. Pajak diambil dari seluruh warga Negara tanpa terkecuali, yang telah memiliki Nomor Wajib Pajak, baik secara individu maupun kelompok.

Yang kedua adalah dari bea dan cukai. Ini adalah pungutan resmi yang dilakukan oleh Negara kepada barang-barang yang lewat, baik akan masuk ke dalam maupun akan ke luar negeri.

Yang ketiga adalah perolehan keuntungan dari BUMN.

Yang keempat adalah pinjaman atau hibah, baik berupa pinjaman resmi maupun penanaman investasi asing.

Yang kelima adalah retribusi. Dan yang keenam adalah penjualan kekayaan Negara. Tentu penjualan kekayaan ini tak boleh sekedar menjual, karena kekayaan Negara sesungguhnya aset berharga.