Surga adalah tempat berkumpulnya seluruh kenikmatan yang belum pernah ada dan terbayang oleh siapapun. Saking indahnya, akal manusia tidak akan bisa menjangkau bagaimana keindahan surga itu.

Surga diberikan kepada orang-orang bertakwa yang bersegera menuju ampunan Allah SWT. Allah SWT beberapa kali menggambarkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Rasulullah SWT juga menggambarkan jika surga itu adalah balasan bagi orang yang senantiasa mengasah jiwanya.

“Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci jiwa dan neraka dikelilingi hal-hal yang disenangi.”

Surga memiliki delapan pintu surga. Yaitu pintu rayyan, pintu shalat, pintu puasa, pintu sedekah, pintu Al-Ayman, pintu taubat, pintu dzikir, pintu ilmu.

Kita pun dapat masuk surga dari pintu manapun sesuai dengan kualitas terbaik amalan kita. Luas dan lebarnya pintu surga seperti jaraknya pengendara tercepat selama 3 hari. Dan luas antar pintunya antara Mekkah dan Bushro.

Sahabat Nabi SAW, Abu Bakar RA ialah sahabat yang paling banyak sedekahnya, paling kuat tekadnya dalam berjihad, paling dalam ilmunya, paling bertakwa dan banyak amalannya. Sehingga Abu Bakar RA layak masuk surga dari pintu manapun.

Seorang wanita yang shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, tidak musyrik, menjaga kehormatan, taat pada Allah SWT dan Rasul-Nya dan suaminya, suaminya ridha maka dia diperbolehkan masuk ke surga dari pintu manapun yang disukai.

Begitu indah gambaran surga. Namun ada satu jenis surga yang spesial yakni surga firdaus. Guna mencapainya kita harus bersungguh-sungguh melakukan perintah Allah SWT. Ada tujuh golongan yang bisa mencapai derajat akan dimasukkan ke dalam surga firdaus sesuai dengan Alquran surah al-Mukminun [23] ayat 1-11. Siapa saja mereka?

1Orang yang Khusyu dalam Shalat

www.semutganteng.com

Golongan pertama yang dijanjikan surga firdaus oleh Allah SWT adalah orang yang khusyu dalam shalatnya

Orang yang khusyu dalam shalatnya adalah orang-orang yang pada waktu salat memusatkan perhatian hanya kepada Allah serta ikhlas dalam menjalankannya.

Memang, untuk mencapai khusyuk dalam shalat sangat berat. Tapi dengan ketulusan hati dan tetap fokus pada setiap apa yang kita baca serta menghayati artinya, kekhusyukan akan tercapai.

Dalam tafsir Ibu Abbas, orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, yakni orang-orang yang merendahkan diri, tawaduk, tidak melirik ke kanan dan kiri, dan tidak pula meninggikan tangan mereka (mengangkat kedua sikut) dalam shalat.

2Orang yang Menjauhkan Perbuatan Sia-sia

akuanakpahang.blogspot.com

Perbuatan sia-sia banyak contohnya. Sumpah yang tidak perlu dan melakukan kebatilan adalah beberapa contoh perbuatan sia-sia.

Mungkin kita memiliki kewajiban terhadap Allah dan agama ini namun kita menyepelekannya dengan banyak melakukan hal-hal di luar itu. Maka bnisa jadi hal hal tersebut termasuk golongan perbuatan yang sia-sia.

3Orang yang Berzakat

oxfamblogs.org

Golongan ketiga adalah orang yang menunaikan zakat. Zakat memberi banyak manfaat bagi pelakunya, di antaranya membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta berlebihan pada dunia.

Zakat juga menyucikan hati sehingga menumbuhkan sifat-sifat kebaikan dalam diri. Selain itu zakat berdimensi sosial dengan banyak mengentaskan kemiskinan secara massif.

4Menjauhi Zina

www.123rf.com

Golongan keempat adalah orang-orang yang menjauhi zina.Saat ini, menjaga kemaluan dari hal-hal yang haram terasa berat. Karena untuk mendekati perbuatan zina, sudah semakin mudah diakses.

Untuk itu kita berusaha menahan hati dan pandangan agar tidak tergoda mendekati perbuatan terkutuk di mata Allah SWT.

Berusahalah setia terhadap istri yang kita miliki, sesungguhnya itu tiada tercela. Barang siapa mencari di balik itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas, yakni orang-orang yang melanggar halal dan mengerjakan yang haram.

5Menahan Pandangan

duniajilbab.tumblr.com

Golongan kelima, adalah orang-orang yang menahan pandangannya. Artinya, menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Pandangan mata itu panah beracun yang membuat kita terjerumus ke dalam hal-hal yang diharamkan.

6Memelihara Amanah

bukhari-tintaharian.blogspot.com

Golongan keenam adalah orang-orang yang memelihara amanah. Orang-orang yang memelihara amanah dan menepati janji, yakni terhadap perkara-perkara yang diamanatkan kepada mereka, seperti shaum, wudhu, mandi janabat, titipan, dan sebagainya.

7Memelihara Shalat

yusufmansur.com

Golongan ketujuh yang dijanjikan surga firdaus adalah orang yang senantiasa menjaga shalatnya. Mereka yang senantiasa menunaikan shalat tepat pada waktunya dan berjamaah di masjid bagi kaum Muslimin.

Hal ini terasa berat bagi orang-orang yang tidak terbiasa. Banyak saja alasan yang menyebabkan mereka enggan menunaikan salat di masjid berjamaah.

SHARE