Gimana rasanya kalau kamu suatu hari nanti dapat kesempatan untuk tinggal di Singapura? Pasti kebanyakan dari kita akan ngerasa seneng.

Kehidupan perkotaan ala Eropa, pendidikan yang maju, teknologi unggul, serta tempat hiburan yang banyak. Begitulah bayangan kita terhadap Singapura selalu lebih unggul daripada Indonesia.

Pulau ini hanya seluas 700 km², bahkan lebih kecil dari pulau madura yang luasnya empat kalinya. Walau kecil, namun Singapura mampu membangun ekonominya dengan kuat semenjak melepaskan diri dari wilayah Malaysia.

Dengan ekonomi yang kuat, pendidikan lebih maju, menjadi magnet bagi banyak pekerja dan pelajar untuk tinggal di Singapura.

Termasuk juga orang-orang Indonesia, hanya sayang pekerja yang masuk ke sana lebih banyak datang dari TKI tak terdidik.

Hanya sebagai pembantu atau pekerja kasar di Singapura, walaupun penghasilan besar, tidak akan cukup membantu. Karena ternyata kehidupan di sana jauh lebih susah ketimbang di Indonesia.

Nah, mau tahu alasan mengapa hidup di Singapura sangat susah dan merepotkan ketimbang di Indonesia, ini dia alasannya.

1Gaji Besar, Biaya Hidup Juga Besar

boombastis.com

Jangan anggap orang yang bekerja di Singapura akan cepat kaya dengan gaji yang berlipat ketimbang di Indonesia. Jika bekerja bukan pada posisi yang bagus, jangan harap dapat hidup dengan nyaman di Singapura.

Akan menjadi lebih sulit jika sekedar pekerja kasar atau pembantu. Saking mahalnya biaya hidup di Singapura, gaji hasil kerja hanya dihabiskan begitu saja tanpa banyak tersisa.

voaindonesia.com
voaindonesia.com

Jikalau ada pekerjaan yang layak di Indonesia, betapa beruntung hidup di negeri kita. Dengan biaya hidup yang lebih murah, sekitar 4-5 kali lebih rendah ketimbang biaya hidup di Singapura.

Bahkan banyak daerah seperti Yogyakarta dan beberapa daerah Jawa Tengah yang biaya hidupnya ‘keterlaluan’ murahnya. Hidup Indonesia, bisa dibilang kehidupanmu akan lebih terjamin.

2Semuanya Serba Mahal

wikimedia.org

Biaya hidup yang tinggi di Singapura karena memang semua makanan dan barang di sana begitu mahal. Untuk sekali makan saja kamu harus mengeluarkan uang 5-10 dolar untuk menu yang sederhana.

Berarti untuk tiga kali makan bisa habis sampai 15-30 dolar Singapura atau setara 150-300 ribu rupiah. Ditambah kebutuhan lainnya, kamu bisa menghabiskan 500 ribu dalam sehari, 15 juta dalam sebulan.

Weleh-weleh, padahal UMR rata-rata di Indonesia saja jumlahnya nggak sampai segitu.

Belum lagi kalau kamu harus membeli barang kebutuhan rumah, harga barang di Singapura juga mahal-mahal. Siap-siaplah hidup prihatin selama hidup di negeri singa kalau ingin menabung dari sisa gajimu.

3Susahnya Punya Rumah di Singapura

straitstimes.com

Kalau ini mungkin sesuatu yang umum terjadi di kota-kota besar. Tapi Harga di Singapura jelas lebih mahal dari Jakarta atau Bali sekalipun.

Perbandingannya sewa satu apartemen di Singapura setara dengan kita membeli 2 rumah SHM di Indonesia.

Jadi kalau tinggal di Singapura jangan berharap lebih dengan menginginkan rumah yang lengkap bersama taman dan kolam. Mendapatkan ruman susun yang bersih saja sudah lebih dari cukup.

Belum lagi tidak adanya kepemilikan pribadi atas tanah di sana. Yang ada hanyalah hak guna bangunan yang dibatasi kepemilikannya.

4Punya Mobil di Singapura? Nggak Usah Aja deh!

konfrontasi.com

Ini saran bukan becandaan, serius deh nggak usah beli mobil di Singapura. Mendingan kamu naik transportasi umum aja lebih terjamin.

Coba bayangkan, sudah harga mobil di sana mahal-mahal, udah gitu masa berlakunya hanya 10 tahun. Setelah 10 tahun jadi expired tuh mobil, harus dibuang dan dihancurkan.

Yang bener aja tuh, di Indonesia mobil rakitan 1980-an aja masih lalu lalang di jalan raya. Udah begitu pajak mobil di Singapura juga tinggi.

Soal BBM jangan tanya, udah nggak ada subsidi, nggak ada pula jenis BBM yang murah. Jadi pikir-pikir 10 kali lagi kalau pengen beli mobil disana.

5Di Mana-mana Singapura Banyak Denda

citytastes.wordpress.com

Di sini denda, di sana denda, di mana-mana Singapura banyak denda. Bagi yang baru hidup di Singapura, jangan pernah jauh-jauh dari buku pedoman atau sejenisnya. Salah sedikit kita bisa kena sanksi dan denda.

Semisal meludah sembarangan, buang sampah, buang sisa permen karet, menyebrang di sembarang tempat dan masih banyak lagi. Nah lebih nggak enaknya lagi, nilai dendanya bisa sampai jutan rupiah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here