Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peraturan tentang pemasaran susu formula oleh fasilitas kesehatan. WHO mengatakan bahwa susu dengan label formula harus sesuai dengan resep dokter dan tidak bisa dijual secara bebas.

Di Indonesia juga ada peraturan yang membahas mengenai pemasaran susu formula dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 237 tahun 1997 tentang Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu.

Akan tetapi, fakta di lapangan berbeda dengan aturan yang telah dibuat tersebut. Bahkan, produsen susu formula berlomba untuk menampilkan iklan yang baik agar para orang tua memilih produk mereka untuk dikonsumsi.

Sehingga, masyarakat pun terbius dengan iklan susu formula dan mengindahkan peraturan yang telah dibuat oleh Menteri Kesehatan. Mulai dari bayi hingga lansia pun bisa mendapatkan secara bebas produk susu yang diinginkan.

Bahkan, mereka membeli susu formula itu tanpa resep dokter dan mendapatkan promosi dari klinik kesehatan atau rumah sakit bersalin. Jadi, selama ini kita sebagai masyarakat telah disesatkan dengan iklan susu formula yang berseliweran di mana-mana.

www.tipsanakbayi.com
www.tipsanakbayi.com

Berbeda dengan Indonesia, hal serupa tidak terjadi di Eropa, penduduk di sana sudah tidak lagi mengonsumsi susu formula kecuali dengan resep dari dokter. Begitulah yang seharusnya diterapkan di Indonesia, mengikuti aturan dari WHO.

Jika kamu tahu, binatang saja berhenti minum susu setelah mereka dewasa, tapi tidak dengan masyarakat Indonesia, sejak bayi diberi susu dan berlanjutlah hingga mereka pun menjadi dewasa. Berikut ini bahaya dari mengonsumsi susu formula bagi kesehatan bayi.

1Rentan Terkena Alergi

sehatfresh.com

Penelitian di Findlandia mengatakan bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif selama 6 bulan atau lebih akan beresiko rendah untuk mengalami gangguan alergi dan terkena penyakit.

Beberapa penyakit yang berkurang resikonya terkena pada bayi adalah atopik, seperti eksim, alergi makanan, dan alergi yang dapat menyebabkan gangguan pernafasan.

Sebaliknya, jika bayi yang baru saja kamu lahirkan tidak mendapat ASI eksklusif dan kamu lebih memilih untuk memberinya susu formula, jangan kaget jika nanti dia akan rentan terkena berbagai macam alergi.

2Bisa Menyebabkan Kerusakan Saraf

www.proprofs.com

Menurut Profesor Doctor Hiromi Shinya, kadar alumunium yang tinggi dalam susu formula bisa menyebabkan kerusakan pada saraf dan tulang yang berpotensi menjadikan demensia pada konsumennya.

Selain itu, protein hewani yang berlebihan dalam tubuh bisa membuat DNA menjadi rusak dan menimbulkan alergen.

3Lebih Mudah Sakit

www.cakapsehat.com

Susu formula ternyata berperan dalam mengontrol daya tahan tubuh, apabila bayimu mengonsumsi susu formula, bisa jadi ia akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih buruk jika dibandingkan dengan bayi lain yang tidak diberi susu formula.

4Menggunakan Bahan Kimia

indochemicaltrust.blogspot.com

Jangan langsung percaya jika produsen susu formula mengatakan bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam produknya adalah bahan alami, karena ternyata kandungan AHA dan DHA dalam susu formula merupakan bahan kimia sintesis.

Kamu sudah pasti mengetahui bahaya yang akan ditimbulkan dari bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh.

5Memberatkan Kinerja Ginjal

obatisakitginjal.blogspot.com

Produsen susu pun mengatakan bahwa gula dalam susu formula merupakan gula karbohidrat berupa laktosa yang mirip dengan ASI. Padahal tidak mungkin ada yang bisa menggantikan atau menyamai gula alami yang terkandung dalam ASI.

Bahkan gula yang ada dalam susu formula itu akan mengganggu kerja organ ginjal bayi, karena ginjal akan bekerja lebih berat saat mencerna gula.

Jika kalian sudah tahu dampak buruk dari konsumsi susu formula, lebih baik hentikan untuk memberi berbagai jenis susu formula untuk buah hatimu.

Uang yang akan kamu gunakan untuk membeli susu formula, lebih baik dibelanjakan bahan makanan yang bernutrisi tinggi sebagai makanan pendamping ASI bagi bayimu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here