Terkadang suami banyak menuntut kesempurnaan istri, ketika ia capek pulang sehabis kerja, maunya dilayani sepenuhnya, padahal pekerjaan rumah tangga masih banyak, anak juga belum selesai di urus.

Padahal suami tahu, istri bukanlah wonder women, bukan super women yang mempunyai banyak tangan, mempunyai banyak tenaga dan pikiran untuk mengurus semua pekerjaan.

Istri juga mempunyai kelemahan, kekurangan, mereka manusia yaang tanpa cela, kalau dituntut selalu tampil sempurna, maka itu sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Sebagaimana ada ungkapan “tak ada gading yang tak retak” maka seperti itu juga seorang wanita, “tak ada istri yang tak retak”.

Untuk itu sangat wajib sekali suami harus menerima seuatu yang retak dalam istrinya serta menguatkan kelemahan dan kekurangan istrinya.

Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika sering melihat kelemahan dan kekurangan istri.

1Fokus Melihat Sisi Kebaikan

hijabina.com

Karen semua manusia memiliki kekurangan, tidak hanya seorang istri, tapi juga seorang suami, untuk itu suami harus paham, bahwa kelemahan tidak hanya di istri tapi juga di suami.

Alangkah baik dan indahnya jika suami fokus melihat sisi kebaikan saja, jangan terlalu mempermasalahkan kelemahan seorang istri. Ikhlaskan saja, toh kamu juga mempunyai kekurangan.

Jika kamu bisa fokus pada kebaikan istri, tentu kebahagiaan dan kenyamanan akan kamu dapatkan tanpa bingung dan resah dengan kelemahan yang ada.

2Menerima Kekurangan dan Kelemahan

palingyess.com

Salah satu kunci penting kebahagiaan selain cinta adalah saling menerima apa adanya satu sama lain. Suami harus menerima segala kekurangan dan kelemahan istri, begitu pun sebaliknya.

Yang perlu suami ketahui adalah kekurangan dan kelemahan istri itulah yang menjadi amanah, tanggung jawab dan sumber kepedulian suami terhadap istri. Begitu pula bagi soerang istri, kekurangan dan kelemahan suami adalah PR besar baginya.

3Mengupayakan Perbaikan

duniaremajapencintaallah.blogspot.com

Berbagai kekurangan seorang istri tentu akan menjadi tanggung jawab suami, untuk itu perlu adanya usaha terus perbaikan, perbaikan yang sungguh-sungguh, tidak hanya menunggu suami bergerak, tapi istri pun juga harus berusaha.

Perubahan dalam kebaikan haruslah saling mendukung, tidak berat sebelah, istri dan suami harus berusaha dalam bentuk terbaik, memberikan yang terbaik untuk hasil yang terbaik baik untuk diri sendiri maupun bagi keluarga.

Perubahan ini membutuhkan kesabaran dan keikhlasan, ada kalanya berjalan dengan lambat, mungkin juga bisa dengan cepat, butuh proses yang tidak mudah dan panjang, bisa saja seumur hidupnya.

Intinya selalu ada peluang berubah sepanjang manusia bersedia melakukan perubahan dalam dirinya.

Sekali lagi intinya suami harus paham dan menerima dengan ikhlas atas “keretakan” seorang istri dan tentunya juga dengan perbaikan, dengan itu rumah tangga kan bahagia, akan nyaman dan setia sepanjang akhir hayatnya.

Semoga bermanfaat bagi kita semua