Tanaman obat keluarga atau yang biasa disingkat dengan TOGA, tentu kita sudah pernah mendengarnya, bisa jadi malah sering.

Tanaman obat keluarga merupakan jenis tumbuhan hasil budidaya rumahan namun terbukti untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan serangan radikal bebas lainnya.Banyak benefit yang dapat kita peroleh jika pekarangan rumah kita banyak tanaman ini.

Selain bisa menghemat biaya dan menambah nilai estetika dan keasrian, kita juga lebih mandiri tanpa harus bergantung pada obat-obatan kimia yang juga sangat berakibat fatal dengan efek samping yang diberikan.

Oleh karena itu, tanaman apotik hidup merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk menjaga dan merawat kesehatan kita secara alami dengan tanpa adanya efek samping.

Begitu banyak tanaman yang bagian-bagiannya bisa digunakan sebagai obat, entah itu dari buahnya, daunnya, bisa juga dari umbi, dan bagian lainnya yang mengandung manfaat.

Berikut ini kita akan membahas beberapa tanaman obat yang sering kita temui dan very recommended untuk dicoba dalam berbagai penyembuhan penyakit. Penasaran? Yuk dibaca dulu.

1Daun Sop, Yummy and Healthy

babel.litbang.pertanian.go.id

Mungkin tanaman yang satu ini tidak asing lagi bagi kita, selain enak dipakai sebagai pelengkap masakan tertentu, seledri atau bisa disebut dengan daun sop juga berfungsi sebagai obat alami karena kaya akan kalsium, fosfor, vitamin A, B1, B2, B6, dan C.

Seledri bisa digunakan untuk menurunkan kolesterol, sebagai obat mata yang kering, obat batuk, anemia, and many more. Bukan hanya untuk kesehatan, tapi seledri juga bisa dimanfaatkan untuk kecantikan.

Yups, kita tahu, bisa digunakan sebagai
penyubur rambut. Tidak heran bukan jika ada produk shampoo yang menjadikan ekstrak seledri sebagai bahan bakunya.

2Bawang Putih yang Kaya Kebaikan

hulssay.wordpress.com

Yup, tanaman yang digunakan sebagai bumbu dasar masakan Indonesia ini memang mempunyai manfaat yang beragam.

Bawang putih dapat dimanfaatkan untuk mengobati flu, batuk, dan mampu membunuh bakteri serta virus jahat yang menyebabkan penyakit.

Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi bawang putih dapat membantu menurunkan kolesterol tinggi yang dapat mengurangi resiko hipertensi dan penyakit jantung.Meskipun baunya terkadang mengganggu, tapi manfaatnya boleh juga ya?

3Belimbing Dengan Manfaatnya yang Amazing

kebunbibitcdn-ptkebunbibitpenu.netdna-ssl.com

Belimbing yang sering tumbuh di Indonesia ada 2 macam, belimbing manis (yang bentuknya bintang) dan belimbing wuluh yang asamnya seringkali membuat kita meringis karena asamnya.

Belimbing manis banyak mengandung vitamin A, B, C, Protein, Kalsium dsb. Selain rasanya  enak juga mampu menjadi obat kolestrol tinggi dan penurun darah tinggi.

Nah, untuk belimbing wuluh, meskipun rasanya asam, tapi bermanfaat untuk menyembuhkan gusi berdarah, obat gondongan, rematik, sariawan, sakit gigi, pegel linu dan obat batuk.

4Maag vs Jeruk Nipis?

spirit.web.id

Aneh tapi nyata lhoh yaa, tapi yang harus kamu tahu, jeruk nipis bisa menurunkan asam lambung. Lhah, jeruk nipis bukannya asam yaa? Iya, betul.

Jeruk nipis memang rasanya asam, tapi jeruk nipis mempunyai sifat untuk membasakan tubuh sehingga dapat menetralkan asam lambung.
Bukan itu saja, tapi jeruk nipis juga dapat mengatasi demam, batuk, sariawan, dan jerawat.

5Sirsak Is Better for Cancer

hariansehat.com

Sekitar tahun 1965, berbagai studi para ilmuwan membuktikan bahwa kandungan daun sirsak memiliki khasiat yang lebih baik daripada kemoterapi, bahkan ekstrak tersebut bisa memperlambat pertumbuhan kanker.

Tidak hanya itu, tapi sirsak juga punya ‘kemampuan’ lebih, yaitu menurunkan kadar gula darah, mengurangi stres, menguatkan saraf, membantu menyehatkan jantung, menghambat pengeriputan kulit, dan mengobati bisulan.Masih ragu dengan buah menyegarkan satu ini?

6Lidah Buaya tanpa Bahaya

menudietcepatdansehat.com

Siapa sih yang tidak tahu tumbuhan ini? Tanaman yang terkenalnya bisa menjadi penyubur rambut ini juga punya kelebihan lain lhoh.

Jangan salah, aloe vera ini juga dapat mengobati diabetes mellitus, serangan jantung,radang tenggorokan, ambeien, sembelit.

Sebagai penurun kadar gula darah, meredakan batuk (yang membandel), radang tenggorokan, sakit kepala, luka bakar dan masih banyak yang lain.

7Tips Mudah Menanam Toga

kec-bantul.bantulkab.go.id

Ada trik khusus untuk menanam tanaman obat di pekarangan rumah. Di antara banyak tanaman obat, jenis empon-emponan yang sering digunakan dan mudah ditanam adalah jahe dan kunyit.

Kedua jenis empon-emponan ini dapat tumbuh pada ketinggian 300-1.000 meter dpl. Saat dibudidayakan keduanya memerlukan cahaya matahari yang cukup

tapi khusus jahe sebaiknya tidak boleh ditanam terkena sinar matahari langsung. Harus didekat dengan tanaman yang tinggi sebagai pelindungnya.

Sedangkan untuk kunyit lebih fleksibel. Baik ditanam di dekat naungan maupun tidak, kunyit dapat tumbuh dengan baik. Tetapi rimpangnya akan tumbuh besar apabila ditanam langsung terpapar sinar matahari.

Untuk menanam di polybag, sebaiknya sudah menggunakan tanah yang telah dicampur dengan sekam dan pupuk. Perbandingannya adalah 3:1. Tiga kg tanah, 1 kg sekam, dan 1 kg pupuk.

Jika ditanam langsung di tanah (tanpa polybag), sebaiknya lahan diolah dahulu agar gembur, yakni dengan mencangkul. Lalu dicampur dengan pupuk.

Untuk penggunaan pupuk sebaiknya menggunakan pupuk organik. Baik dari pupuk kandang maupun pupuk kompos. Seperti Lasmi yang menggunakan ampas jamu sebagai pupuknya.

Untuk benih, pilih benih jahe dan kunyit yang sudah memiliki bakal tunas 2-3 tunas dan sudah tua. Baru setelah itu ditanam.

Jangan terlalu dalam agar tunasnya dapat tumbuh dengan cepat dan sempurna. Siram setiap hari, tapi sebaiknya tidak boleh terlalu sering karena akan membuat benih menjadi busuk.

Setelah 10 bulan, jahe dan kunyit dapat segera dipanen. Untuk memanennya pun tidak asal cabut, sebaiknya menggunakan garpu tanah. Pertama tanah dibasahkan dulu, lalu dicongkel dengan menggunakan garpu tanah.

Sedangkan menanam sirih lebih mudah, terutama untuk yang stek. Siapkan media tanam, yaitu tanah, pasir dan pupuk. Perbandingannya 3:1:3. Campurkan semuanya, lalu masukan ke dalam polybag yang bawahnya sudah dilubangi.

Bibit yang digunakan adalah batang sirih yang usianya sudah tua. Potong batang sirih dua ruas, lalu rendam ke dalam air selama 15 menit. Angkat dan masukkan ke dalam media tanam.

Sirih sebaiknya ditanam di dalam tempat yang teduh atau tidak langsung terpapar sinar matahari. Siram setiap hari.

Berhubung tanaman sirih ini merambat, sebaiknya tancapkan batang bambu atau kayu kecil agar tumbuhnya merambat ke atas. Setelah 4 bulan, sirih dapat dipanen.

Indonesia merupakan negara tropis megabiodiveersity, yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, termaksud tumbuhan yang berkhasiat obat.

Lingkungan sekitar kita sebenarnya telah melindungi kita dari berbagai macam penyakit dengan menyediakan tanaman berkhasiat obat.

Kearifan budaya tradisional, salah satunya budaya Sunda yang kehidupannya tidak terlepas dari alam sekitarnya, merupakan potensi yang sangat besar untuk TOGA.

Namun dengan semakin berkembangnya pertumbuhan jumlah penduduk, lingkungan dan lahan pemukiman semakin tertekan. Akibatnya kepedulian terhadap sesama mahluk ciptaan Allah semakin terabaikan.

Budidaya pengembangan TOGA memiliki peluang bisnis yang sangat besar. Apalagi pada saat ini, di masyarakat sedang berkembang “trend” kembali ke alam (back to nature), termaksud dalam hall penggunaan obat-obatan dan wisata.

Disamping adanya trend tersebut, penggunaan tumbuhan obat semakin banyak dinikmati masyarakat, karena pengaruh kondisi perekonomian yang sedang mengalami krisis,

sehingga banyak masyarakat yang memilih obat-obatan alami yang harganya relatif murah, aman, dan mudah memperolehnya, jika dibandingkan obat buatan pabrik.

Penggunaan tumbuhan obat secara tradisional tidak menimbulkan efek samping seperti halnya bahan obat-obatan dari kimia. Dapat dipergunakan untuk berbagai macam penyakit; obat kuat (tonikum), obat penyakit (dalam dan luar), untuk mempercantik diri (kosmetika).

8Tujuan dan Manfaat Budidaya TOGA

depoknews.id

Tujuan utama budidaya tanaman obat yaitu untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan kekayaan alam melalui tanaman yang ada disekitar kita.

Pencegahan penyakit, jika digunakan secara dini dan kontinyu. Pengobatan pertama pada kecelakaan (P3K). Pengobatan pada penyakit luar dan dalam. Untuk mempercantik diri (kosmetik).

Membentuk iklim mikro yang sejuk dan nyaman. Bernilai estetika bagi keluarga dan lingkungan (mengurangi stres). Sumber ekonomi keluarga

Jenis tanaman disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman obat. Jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai obat didaerah pemukiman. Jenis tanaman yang dapat tumbuh dan hidup dengan baik di daerah pemukiman.

Jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain misalnya: buah-buahan dan bumbu masak. Jenis tanaman yang hampir punah. Jenis tanaman yang masih liar.

Jenis tanaman obat yang disebutkan dalam buku pemanfaatan tanaman adalah tanaman yang sudah lazim di tanam di pekarangan rumah atau tumbuh di daerah pemukiman.

Sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antara lain meliputi upaya preventif (pencegahan), upaya promotif (meniungkatkan derajat kesehatan), upaya kuratif (penyembuhan penyakit)

Sarana untuk memperbaiki status gizi masyarakat, sebab banyak tanaman obat yang dikenal sebagai tanaman penghasil buah-buahan atau sayur-sayuran misalnya lobak, saledri, pepaya dan lain-lain.

Sarana untuk pelestarian alam. Apabila pembuatan tanaman obat alam tidak diikuti dengan upaya-upaya pembudidayaannya kembali, maka sumber bahan obat alam itu terutama tumbuh-tumbuhan akan mengalami kepunahan.

Sarana penyebaran gerakan penghijauan. Untuk menghijaukan bukit-bukit yang saat ini mengalami penggundulan, dapat dianjurkan penyebarluasan penanaman tanaman obat yang berbentuk pohon-pahon misalnya pohon asam, pohon kedaung, pohon trengguli dan lain-lain.

Sarana untuk pemertaan pendapatan. Toga disamping berfungsi sebagai sarana untuk menyediakan bahan obat bagi keluarga dapat pula berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi keluarga tersebut.

Sarana keindahan. Dengan adanya Toga dan bila di tata dengan baik maka hal ini akan menghasilkan keindahan bagi orang/masyarakat yang ada disekitarnya.

Untuk menghasilkan keindahan diperlukan perawatan terhadap tanaman yang di tanam terutama yang ditanam di pekarangan rumah.

Guna mendapatkan bahan yang terbaik dari tumbuhan obat, perlu diperhatikan saat-saat pengumpulan atau pemetikan bahan berkhasiat.

Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi masak. .Bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelah mekar. Buah dipetik dalam keadaan masak.

Biji dikumpulkan dari buah yan g masak sempurna. Akar, rimpang (rhizome), umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus) dikumpulkan sewaktu proses tumbuhan berhenti.

Bahan obat yang sudah dikumpulkan segera dicuci bersih, sebaiknya dengan air yang mengalir.

Setelah bersih, dapat segera dimanfaatkan bila diperlukan pemakaian yang bahan segar. Namun, bisa pula dikeringkan untuk disimpan dan digunakan bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dan mengcegah pembusukan oleh cendawan atau bakteri.

Dengan demikian, bahan dapat disimpan lebih lama dalam stoples atau wadah yang tertutup rapat. Bahan kering juga mudah dihaluskan bila ingin dibuat serbuk.

Bahan berukuran besar dan banyak mengandung air dapat dipotong-potong seperlunya terlebih dahulu. Pengeringan bisa langsung dibawah sinar matahari, atau memakai pelindung seperti kawat halus jika menghendaki pengeringan yang tidak terlalu cepat.

Pengeringan bisa juga dilakukan dengan mengangin-anginkan bahan ditempat yang teduh atau di dalam ruang pengering yang aliran udaranya baik.

Didalam Traditional Chinese Pharmacology dikenal 4 macam sifat dan 5 macam cira rasa tumbuhan obat, yang merupakan bagian dari cara pengobatan tradisional timur. Adapun keempat macam sifat tumbuhan obat itu ialah dingin, panas, hangat, dan sejuk.

Tumbuhan obat yang sifatnya panas dan hangat dipakai untuk pengobatan sindroma dingin, seperti pasien yang takut dingin, tangan dan kaki dingin, lidah pucat atau nadi lambat.

Tumbuhan obat yang bersifat dingin dan sejuk digunakan untuk pengobatan sindroma panas, seperti demam, rasa haus, warna kencing kuning tua, lidah merah atau denyut nadi cepat.

Lima macam cita rasa dari tumbuhan obat ialah pedas, manis, asam, pahit, dan asin. Cita rasa ini digunakan untuk tujuan tertentu karena selain berhubungan dengan organ tubuh, juga mempunyai khasiat dan kegunaan tersendiri.

Misalnya rasa pedas mempunyai sifat menyebar dan merangsang. Rasa manis berkhasiat tonik dan menyejukan. Rasa asam berkhasiat mengawetkan dan pengelat.

Rasa pahit dapat mengilangkan panas dan lembab. Sementara rasa asin melunakkan dan sebagai pencahar.

Kadang-kadang ada juga yang menambahkan cita rasa yang keenam, yaitu netral atau tawar yang berkhasiat sebagai peluruh kencing.

Perebusan umumnya dilakukan dalam pot tanah, pot keramik, atau panic email,. Pot keramik dapat dibeli di took obat tradisional Tionghoa.

Panic dari besi, alumunium atau kuningan sebaiknya tidak digunakan untuk merebus. Hal ini diingatkan karena bahan tersebut dapat menimbulkan endapan,

konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya reaksi kimia dengan bahan obat.

9Cara Mengolah Tanaman Obat

bedcoverandsprey.blogspot.com

Gunakan air yang bersih untuk merebus. Sebaiknya digunakan air tawar, kecuali ditentukan lain. Cara merebus bahan sebagai berikut. Bahan dimasukkan ke dalam pot tanah.

Masukkan air sampai bahan terendam seluruhnya dan permukaan air sekitar 30 mm diatasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap kedalam bahan ramuan obat.

Lakukan perebusan dengan api sesuai petunjuk pembuatan. Apabila nyala api tidak ditentukan, biasanya perebusan dilakukan dengan api besar sampai airnya mendidih.

Selanjutnya api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Meski demikian, adakalanya api besar dan api kecil digunakan sendiri-sendiri sewaktu merebus baha obat.

Sebagai contoh, obat yang berkhasiat tonik umumnya direbus dengan api kecil sehingga zat berkhasiatnya dapat secara lengkap dikeluarkan dalam air rebusan.

Demikian pula tumbuhan obat yang mengandung racun perlu direbus dengan api yang kecil dalam waktu yang agak lama, sekitar 3-5 jam untuk mengurangi kadar racunnya.

Nyala api yang besar digunakan untuk ramuan obat yang dimaksudkan agar pendidihan menjadi cepat dan penguapan berlebih dari zat yang merupakan komponen aktif tumbuhan dapat dicegah.

Bila tidak terdapat petunjuk pemakaian, biasanya obat diminum sebelum makan kecuali obat tersebut merangsang lambung maka diminum setelah makan.

Obat berkhasiat tonik diminum sewaktu perut kosong, dan obat berkhasiat sedative diminum sewaktu ingin tidur.

Pada penyakit kronis diminum sesuai jadwal secara teratur. Rebusan obat bisa diminum sesering mungkin sesuai kebutuhan atau diminum sebagai pengganti teh.

Obat biasanya diminum satu dosis sehari yang dibagi untuk 2-3 kali minum. Umumnya diminum selagi hangat, terutama untuk pengobatan sindroma luar.

Setelah minum obat, pakailah baju tebal atau tidur berselimut supaya tubuh tetap hangat dan mudah mengeluarkan keringat.

Untuk pengobatan sindroma panas, obat diminum dalam keadaan dingin. Sebaliknya untuk pengobatan sindroma dingin obat diminum dalam keadaan hangat.

Obat yang sedikit toksik, diminum sedikit demi sedikit tetapi sering. Tambahkan dosisnya secara bertahap sehingga efek pengobatan tercapai.

Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi masak. Bunga dikumpulkan sebelum atau segara setelah mekar.

Buah dipetik dalam keadaan tua. Biji dikumpulkan dari buah yang masak sempurna. Akar, rimpang (rhizome),umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus), dikumpulkan sewaktu proses pertumbuhannya berhenti.

Bahan-bahan yang sudah dikumpulkan, dicuci bersih yang dilakukan secepat mungkin. Dapat segera dipakai untuk pengobatan berupa bahan segar, atau dikeringkan untuk penyimpanan, dan dapat dipergunakan bila perlu.

Tujuan pengeringan yakni untuk mengurangi kadar air sehingga mencegah terjadinya pembusukan oleh cendawan atau bakteri.

Supaya tahan lama. Mudah dihaluskan bila ingin dibuat serbuk. Cara pengeringannya yaitu bila bahannya besar atau banyak mengandung air, dapat dipotong – potong seperlunya.

Pengeringan dapat langsung dibawah sinar matahari atau memakai pelindung. Dapat juga diangin-anginkan ditempat yang teduh , atau di dalam ruang pengeringan yang aliran udaranya baik.

Bila tidak dicantumkan namanya, berarti merebus simplisia ( bahan dari tanaman berkhasiat obat, yang belum tercampur, belum diolah, tapi sudah dalam keadaan bersih) dengan api kecil.

Tambahkan 3 (Tiga) gelas air bersih (Lebih Kurang 600 cc) sampai menjadi 1(Satu) gelas air putih (Lebih Kurang 200cc).

Tanaman berkhasiat obat yang masih berpa simplisia, hasil pengobata tampak lambat tetapi bersifat konstruktif, bebeda dengan obat kimiawi, yang hasil pengobatannya terlihat cepat, tetapi bersifat destruktif.

Oleh karena itu, tidak dianjurkan pemakaiannya pada penyakit-penyakit infeksi yang sifatnya akut (cepat ) tetapi lebih diutamakan untuk pemeliharaan kesehatan,

khususnya pada penyakit-penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimiawi atau memerlukan kombinasi pengobatan (obat kimiawi dengan tanaman berkhasiat obat).

Tanaman toga ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ramuan tradisional. Di mana bahan-bahan tersebut diambil dari berbagai bagian dari tanaman tersebut. Sebagai contoh tanaman toga berdasarkan bagian yang digunakan adalah

Jenis tanaman yang dimanfaatkan daunnya, yaitu seledri, manfaatnya untuk menyembuhkan tekanan darah tinggi.

Belimbing, digunakan untuk menyembuhkan tekanan darah tinggi. Kelor, manfaatnya mengobati panas dalam atau demam.

Daun bayam duri, manfaatnya untuk mengobati kurang darah. Kangkung, manfaatnya untuk mengobati insomia.

Sirih, manfaatnya untuk menyembuhkan batuk, antiseptika, dan obat kumur. Salam, bersifat astringensia. Jambu Biji, manfaatnya untuk menyembuhkan mencret.

Jenis tanaman yang dimanfaatkan kulit batangnya yaitu kayu manis dimanfaatkan untuk mengobti penyakit batuk, sesak napas, nyeri lambung, perut kembung, diare, rematik, dan menghangatkan lambung.

Jeruk nipis, kulit batangnya dapat digunakan sebgai antiseptik, sehingga bisa dipakai bahan baku obat kumur.

10Sejarah Tanaman Obat

gambardesainproperti.com

Mesir kuno. Pada jaman Mesir kuno (Tahun 2500 Sebelum Masehi), para budak diberi ransum bawang untuk membantu menghilangkan banyak penyakit demam dan infeksi yang umum terjadi pada masa itu.

Sejak itulah catatan pertama tentang penulisan tanaman obat dan berbagai khasiatnya telah dikumpulkan oleh orang-orang mesir kuno.

Sejumlah besar resep penggunaan produk tanaman untuk pengobatan berbagai penyakit, gejala-gejala penyakit dan diagnosanya tercantum dalam (Papyrus Ehers). Pada saat itu, para pendeta Mesir kuno telah melakukan dan mempraktekkan pengobatan herbal.

Yunani kuno. Bangsa Yunani kuno juga banyak menyimpan catatan mengenai penggunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates (Tahun 466 Sebelum Masehi),

Theophrastus (Tahun 372 Sebelum Masehi) dan Pedanios Dioscorides (Tahun 100 Sebelum Masehi) membuat himpunan keterangan terinci mengenai ribuan tanaman obat dalam De Materia Medica. Orang-orang Yunani kuno juga telah melakukan pengobatan herbal.

Mereka menemukan berbagai tanaman obat baru, seperti rosemary dan lavender pada saat mengadakan perjalanan ke berbagai daratan lain.

Cina. Tanaman obat di Cina berlangsung sekitar 3.000 tahun yang lalu, ketika muncul penyembuhan kerapuhan tulang oleh dukun Wu.

Pada waktu itu, penyakit ini diyakini disebabkan oleh kekuatan jahat, sehingga menurut dukun Wu diperlukan obat dari tanaman untuk mengusir kekuatan jahat itu.

Bahkan, bahan penyembuhan tertua dalam sejarah telah ditemukan di China, di mana makam seorang bangsawan Han ditemukan untuk menyimpan data medis yang ditulis pada gulungan sutra.

Gulungan sutra berisi daftar 247 tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit.

Inggris. Di Inggris, penggunaan tanaman obat dikembangkan bersamaan dengan didirikannya biara-biara di seluruh negeri. Setiap biara memiliki tamanan obat masing-masing yang digunakan untuk merawat para pendeta maupun para penduduk setempat.

Pada beberapa daerah, khususnya Wales dan Skotlandia, orang-orang Druid dan para penyembuh Celtik menggunakan obat-obatan dalam perayaan agama dan ritual mereka.

Pengetahuan tanaman obat semakin berkembang dengan terciptanya mesin cetak pada abad ke 15, sehingga penulisan mengenai Tanaman-Tanaman Obat dapat dilakukan.

Sekitar tahun 1630, John Parkinson dari London menulis mengenai tanaman obat dari berbagai tanaman. Nicholas Culpepper ( 1616-1654 ) dengan karyanya yang paling terkenal yaitu The Complete Herbal and English Physician, Enlarged, diterbitkan pada tahun 1649.

Pada tahun 1812, Henry Potter telah memulai bisnisnya menyediakan berbagai tanaman obat dan berdagang lintah.

Sejak saat itu banyak sekali pengetahuan tradisional dan cerita rakyat tentang tanaman obat dapat ditemukan mulai dari Inggris, Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika,

sehingga Potter terdorong untuk menulis kembali bukunya Potter’s Encyclopaedia of Botanical Drug and Preparatians, yang sampai saat inipun masih diterbitkan.

Tahun 1864, National Association of Medical Herbalists didirikan dengan tujuan mengorganisir pelatihan para praktisi pengobatan secara tradisional, serta mempertahankan standar-standar praktek pengobatan.

Indonesia. Di Indonesia, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ribuan tahun yang lalu.

Pada pertengahan abad ke XVII seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica.

Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan yang diteliti, tetapi buku ini merupakan dasar dari penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637 – 1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus.

Pada tahun 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat-obatan.

Selanjutnya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat-obatan semakin berkembang.

Nah, manfaat TOGA ternyata sangat banyak ya. Tidak ada ruginya lho kalau kamu coba untuk menanamnya di pekarangan rumah. Jika tidak ada tanah dan lahan, kamu bisa menanamnya dengan metode hidroponik dan secara vertikal.

SHARE