rynari.wordpress.com

Daun Sang, Tanaman Unik Raksasa Khas dari Sumatera

Posted on

Ada satu tanaman unik yang merupakan khas atau salah satu kebanggaan dari Indonesia. Tanaman ini hanya hidup dan bisa ditemukan di daerah Asia Tenggara, salah satunya Indonesia.

Namanya Daun Sang. Tanaman ini memiliki nama ilmiah yang cukup unik, Johannestijsmania altifrons.

Nama ilmiah yang unik, seunik bentuk dari tanaman ini. Daun Sang memiliki ukuran daun yang sangat besar dan lebar, dengan tinggi mencapai 6 meter dan lebar hampir 1 meter.

Walaupun telah dikenal luas sebagai tanaman yang unik di dunia, namun sayangnya justru masyarakat Indonesia masih asing dengan Daun Sang.

Hal tersebut sebenarnya wajar saja, mengingat tanaman ini biasanya tumbuh di hutan belantara atau pedalaman yang sangat jarang disinggahi oleh orang-orang.

Daun Sang sangat banyak ditemukan di wilayah Sumatera, tepatnya di Kabupaten Langkat, di Taman Nasional Gunung Leuser. Ada juga yang ditemukan di wilayah Asar, Napal, dan Besitang.

Tanaman yang satu ini masuk dalam famili Aaracaceae atau macam pinang-pinangan. Daun Sang juga merupakan salah satu dari 4 jenis spesies anggota Johannestijsmania yang hanya tumbuh di kawasan Asia Tenggara saja.

Daun Sang yang unik ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan asal Belanda pada awal abad ke-19. Nama ilmuwan botani tersebut adalah Prof. Elias Teymann Johannes.

Dan kemudian untuk mengenang jasa sang Profesor botani itu, Daun Sang diberi nama ilmiah sesuai dengan namanya.

Yang sangat menonjol darinya adalah bentuk daunnya yang lebar dan tinggi, bentuknya menyerupai berlian dengan ukuran yang sangat besar, dan daunnya yang langsung menyembul dari dalam tanah.

Daun Sang memiliki batang yang sangat pendek dan biasanya tumbuh di dalam tanah, itulah sebabnya yang terlihat di atas tanah biasanya memang langsung daunnya saja.

Unik sekali bukan?

Sebagai warga Indonesia yang baik, sudah sepatutnya kita bangga pada kekayaan alam Negara kita dan berusaha menjaganya dengan baik, bukan malah merusaknya demi kepentingan individu semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *