Rasulullah Muhammad SAW adalah uswatun khasanah atau sebaik-baik teladan bagi kita semua, umat Muslim di seluruh dunia.

Apa yang menjadi sabda dan tuntunan beliau adalah yang menjadi pedoman terbaik bagi hidup umat Muslim setelah tuntunan dari Allah, yaitu kitab suci kita Al-Qur’an kariim.

Apa yang mungkin belum diterangkan dengan jelas di Al-Qur’an biasanya diperjelas lewat sabda Rasulullah SAW dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para perawi shahih.

Seperti misalnya perintah sholat di dalam Al-Qur’an, tidak dijelaskan detail bagaimana caranya, namun lewat sabda Rasulullah diterangkan kepada umatnya bagaimana tata cara sholat yang benar.

Begitupun dengan malam Lailatul Qadar, malam seribu bulan dimana pertama kali Allah menurunkan wahyu Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW, yaitu QS Al-Alaq ayat 1-5.

Bertepatan pula saat itu Rasulullah diangkat sebagai Rasul terakhir dan sekaligus penutup, untuk mendakwahkan Islam sebagai agama Rahmatan Lil’alamin kepada seluruh umat manusia.

Banyak yang menganggap hal ini khurafat atau bid’ah, namun sesungguhnya Rasulullah sendiri pernah bersabda tentang adanya malam Lailatul Qadar ini kepada isterinya, Aisyah ra.

Agar tidak terjerumus kepada sebuah pemahaman yang tidak benar atau sesat, kita harus mendasarkannya kepada tuntunan Rasulullah SAW lewat sabda-sabda beliau.

Termasuk tentang tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar.

Tanda-tanda tersebut adalah tanda-tanda yang dianggap paling shahih karena berdasarkan atas sabda-sabda dari Rasulullah SAW.

Memang benar sebuah hadits yang meriwayatkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada di antara 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

Karena memang pertama kali Rasulullah SAW menerima wahyu kenabian dan QS Al-Alaq 1-5 adalah di tanggal 17 Ramadhan.

Sehingga benar bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh limpahan berkah, karena selain 10 malam terakhirnya dengan banyak keutamaan, Lailatul Qadar juga tersembunyi di sana.

Nah, untuk pengetahuan kita bersama, inilah 5 tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan seperti sabda dari Rasulullah SAW.

1Suasana di Pagi Hari dan Udaranya yang Tenang

www.rajatourbandung.com

Menurut sebuah riwayat hadits dari Rasulullah SAW, bahwa malam Lailatul Qadar biasanya diawali dengan suasana pagi harinya yang tenang dan udaranya yang sejuk.

“Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, Lailatul Qadar adalah,

“Malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas, dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”

Hadits di atas merupakan hadits hasan yang artinya tetap bisa menjadi landasan kita.

2Sinar Matahari Lemah, Cerah Tak Bersinar

sunyiberdialog.tumblr.com

Riwayat yang lain mengatakan bahwa keesokan paginya saat malam Lailatul Qadar telah lewat adalah matahari yang bersinar namun cahayanya lemah dan tidak seterik biasanya.

“Dari Ubay bin Ka’ab ra, bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, Keesokan hari malam Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.” (HR Muslim).

Hadits tersebut diriwayatkan oleh seorang perawi terkenal yang selalu meriwayatkan hadits-hadits shahih, sehingga nilai dari hadits ini adalah shahih dan bisa dijadikan landasan.

3Bulan Nampak Seperti Separuh Bulatan

themuhammad.wordpress.com

Pada beberapa hadits diriwayatkan bahwa saat malam Lailatul Qadar turun ke bumi, biasanya bentuk bulan pada saat itu berupa bulatan namun tidak penuh, hanya separuh.

“Abu Hurairah ra. pernah berkata, Kami pernah berdiskusi tentang malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, dan beliau berkata,

“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan?”. (HR Muslim, hadits ini shahih).

4Malam yang Tenang Tanpa Adanya Halangan Termasuk Bintang

mabodza.com

Dalam beberapa riwayat hadist diceritakan bahwa bintang-bintang atau meteor adalah sebuah lemparan bagi setan-setan di alam semesta ini.

Sehingga ketika malam Lailatul Qadar tiba, dipercaya bahwa tak ada apapun di langit malamnya.

Bersih dari awan, angin, bintang-bintang, meteor atau benda-benda langit yang menghalangi.

“Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang, dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang”.

Itu adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 22/29 dengan sanad hasan, yang artinya tetap bisa kita jadikan landasan.

5Terasa Nikmatnya Ibadah

ryanwidyantono.blogspot.com

Malam Lailatul Qadar adalah sebuah malam yang terasa sekali bagi para umat Muslim yang mendapatkan kenikmatan dari Allah untuk mendapatkannya.

Ciri-ciri yang sangat terasa adalah betapa nikmatnya ibadah-ibadah yang dilakukan, berbeda dari hari-hari biasanya. Tingkat kekusyu’an juga bertambah.

Namun memang hanya Allah yang tahu persis kapan malam Lailatul Qadar itu tiba, tugas kita sebagai hamba hanyalah terus berusaha memberikan yang terbaik bagi Allah.

Karena Allah telah memberikan semua kebutuhan kita, maka kita wajib mensyukurinya dengan terus memperbaiki kualitas ibadah kita kepadaNya, kapanpun waktunya.