Back

1. Pernikahan di Mata Para Jomblo

Terdapat perbedaan pandangan antar para jomblo mengenai gambaran pernikahan. Bagi jomblo yang dari remaja sudah dibekali pengetahuan agama, baik dari keluarga ataupun dari lingkungan di sekitarnya, maka mereka mereka menganggap pernikahan merupakan salah satu bagian dari tahapan kehidupan, di mana di tahap ini kita akan mendapatkan ujian yang lebih berat.

Jomblo dengan tipe seperti di atas, biasanya lebih minim mengalami kegalauan sebelum menikah. Kenapa, karena saat mereka akan menikah, maka yang lebih mereka pikirkan adalah perihal pernikahannya dan bagaimana cara menjalani kehidupan setelah pernikahan, bukan dipusingkan dengan siapa mereka menikah. Jadi wajar saja jika kita menemukan ada jomblo yang baru sebulan kenalan dengan calonnya, tapi udah langsung nikah aja.

Di awal sudah dibilang, beda jomblo pasti beda pemikirannya. Ada juga tipe jomblo yang mendewakan cinta di awal pernikahannya. Biasanya tipe jomblo seperti ini kebanyakan nonton drama Korea atau kebanyakan nonton film yang berbau-bau romantika. Jadi mereka menganggap kalau menikah itu ya dengan orang yang dicintai dan mencintai mereka sebelum pernikahan itu berlangsung.

Untuk tipe jomblo yang kedua, kehidupan sebelum pernikahan itu seperti drama, kalau kemana-mana harus berdua, saling bertelpon ria minimal tiga kali sehari seperti jadwal makan. Walaupun yang dibicarakan sih nggak penting-penting amat, sekalipun nggak ada bahan pembicaraan ya minimal nanyain udah makan apa belum. Dan mereka menganggap bahwa pernikahan itu rasanya semanis madu, akan berakhir happy ending seperti drama

Nah, perbedaan pandangan itu baru dari dua tipe jomblo lho! Mungkin di luar sana masih banyak pemikiran para jomblo lainnya yang berbeda dengan pandangan dua tipe jomblo di atas. Tapi di luar itu semua, menikah dengan orang yang kita cintai itu sudah biasa terjadi, tapi belajar mencintai setelah menikah itu butuh keberanian. Kenapa butuh keberanian? Karena kehidupan pernikahan itu tidak seperti drama di layar kaca.

Back