Indonesia adalah negara yang mengedepankan adat ke-timur-an ini akan selalu memprioritaskan pengajaran adab dan sopan santun dalam keluarga mereka.

Karena orang yang sopan akan lebih dihormati dan disegani dalam masyarakat. Sopan santun selalu dijunjung tinggi dimanapun bangsa ini berada. Sehingga menjadi kewajiban untuk semua lapisan masyarakat.

Sopan santun atau tata krama telah menjadi kebiasaan yang muncul dalam hubungan antar masyarakat. Secara tidak sadar, tata krama telah menjadi persyaratan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika kamu masih ingat, ketika masih kanak-kanak, orang tua akan mengajarkanmu bagaimana untuk ber-tata krama yang baik. Mereka akan mengajari sedari kecil agar kamu tumbuh dengan adab baik itu.

Berikut ini beberapa ajaran orang tua untuk anaknya dalam melatih kesopanan atau tata krama.

1Mengucapkan Kata “Maaf” dan “Permisi”

www.today.com

Kata-kata ini sudah mulai jarang terdengar lagi di zaman sekarang. Banyak anak yang tidak diajarkan nilai moral sederhana ini oleh orang tua mereka.

Namun, pastinya kamu masih mengingat ajaran orang tuamu di masa lampau. Bagaimana mereka dengan lembut dan halus mendidikmu untuk selalu meminta maaf dan mengucapkan kata “permisi” ketika akan lewat.

Misalkan saja kamu secara tidak sengaja berlarian di dalam rumah dan menabrak salah seorang adikmu, lalu adik kecilmu akan menangis.

Pasti kamu akan dipanggil untuk dinasehati secara halus dan diminta untuk mengatakan “maaf”. Meskipun sebenarnya kamu tidak sengaja.

Mungkin hal ini hanyalah sepele. Tapi jika didikan seperti ini hilang, maka anak-anak zaman sekarang tidak akan mengerti lagi apa itu tata krama yang baik.

2“Terima kasih” dan “Tolong”

www.huffingtonpost.com

Budayakan untuk mengatakan “tolong” jika kamu hendak meminta bantuan kepada orang lain. Memang sebagai orang tua harus selalu mengingatkan anaknya untuk memiliki tata krama yang baik.

Jangan bosan-bosan untuk menasehati anak agar menjadi lebih baik lagi. Semua nasehat dari orang tua akan selalu diingat oleh anak. Meskipun kadang mereka merasa acuh jika sedang dinasehati.

Ada kata “tolong” ada pula kata “terima kasih”. Selalu ucapkan terima kasih ketika kamu sudah mendapatkan bantuan.

Mungkin saja kamu sedang bermain di taman, kemudian kamu terjatuh, lalu salah seorang temanmu menolong. Katakan “terima kasih” padanya sebagai bentuk bahwa kamu menghargai bantuannya.

Begitu juga ketika di rumah, misalkan kamu sedang begitu haus, lalu ayahmu memberimu segelas minuman untuk menghilangkan dahaga.

Jangan lupa untuk mengucapkan”terima kasih” atas pengertian ayahmu yang begitu luar biasa.

3Tidak Mencemooh Makanan

www.huffingtonpost.com e

Makanan yang disajikan untukmu belum tentu terlihat indah dan menggoda. Akan tetapi jangan kamu mengatakan hal yang tidak baik untuk makanan yang disajikan di hadapanmu.

Mungkin makanan itu terlihat tidak menarik secara visual, akan tetapi kamu perlu mengingat tata krama yang diajarkan oleh orang tuamu.

Jangan menyinggung orang lain dengan mengatakan hal buruk yang tersaji di meja makan. Kamu hanya perlu mencicipi masakan itu dan setelahnya, kamu akan menikmati hidangan yang disajikan dengan lahap.

Karena kamu hanya perlu mencoba sebelum berkomentar terhadap makanan itu.

4Tidak Memotong Pembicaraan

time.com

Anak-anak harus paham dengan tata krama yang satu ini karena ketika beranjak besar, sudah pasti mereka ingin selalu didengar dan menjadi pusat perhatian.

Sehingga mereka akan melakukan berbagai macam cara untuk menjadi seorang yang diperhatikan. Mungkin mereka akan terus berbicara tanpa henti sampai kamu melihat kearahnya.

Tegurlah dia secara perlahan, dengan berkata “Nak, Ibu sedang mengobrol dengan ayah, sebentar ya.” dengan begitu anakmu akan mengerti.

Atau kamu bisa mengajari anakmu untuk memberikan kode jika mereka ingin berbicara, mungkin dengan menghampirimu, memanggil “ibu”, atau dengan cara lain yang mungkin akan mempermudah mereka.

5Membereskan Semua Mainan

indonesiamontessori.com

Bukan hal yang mudah untuk megajarkan anak menjadi seorang yang perduli pada kerapian. Tapi kamu harus terus mengajarkan hal tersebut kepada anakmu.

Karena rapih itu adalah indah. Kamu bisa menggunakan berbagai macam cara untuk anakmu agar mau membersihkan kembali segala mainan yang telah dipakainya.

Bukan hanya mainan tentunya, anak-anak akan senang untuk bermain menggunakan segalam macam benda yang menurutnya menarik. Jika mereka telah selesai memainkannya, aja mereka untuk merapikannya.

Jika anakmu menolak, ajak mereka untuk berlomba membereskan mainan. Biasanya anak-anak akan lebih menurut jika kamu mengganti kalimat “membereskan mainan” dengan “berlomba memasukkan mainan”. Cobalah, barangkali cara ini akan berhasil.

6Menjaga Kebersihan Meja Makan

www.understood.org

Ajarkan anak sedini mungkin untuk membersihkan meja makan dari piring kotor yang telah digunakannya, bukan hal yang salah jika anak dilatih hal yang seperti ini.

Selain melatih kepekaan mereka terhadap kebersihan, ini juga akan melatih disiplin dan kemandirian mereka. Sehingga anak tidak akan meninggalkan piring bekasnya di meja begitu saja.

Jangan sampai kamu hilangkan pelajaran sederhana ini untuk anakmu agar bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai orang lain.