Kamu tentu tidak pernah menerima pelajaran yang mengajarkan untuk memilih-milih teman. Dalam PPKN saja sudah dijelaskan bahwa semuanya harus dijadikan teman, tidak boleh pandang bulu. Kalau dulu kamu anak yang baik, pasti ingat dengan pelajaran yang satu ini. Hehe.

Pokoknya dulu dalam pelajaran itu dijelaskan bahwa tidak boleh membeda-bedakan teman, semuanya harus diperlakukan dengan sama. Mau yang berkulit hitam atau putih tetap harus dijadikan teman.

Bahasa kerennya sekarang adalah tidak boleh rasis yah. Wkwk.

Pokoknya semua harus ditemani, mau yang kaya tujuh turunan sekalipun atau bahkan yang sering pinjam uang.

Teman yang suka meminjam uang ini agak unik rupanya. Disatu sisi kamu tahu sebenarnya dia orang yang mampu. Kadang dia juga pinjam uang ke kamu bukan untuk hal-hal yang penting, misalnya saja hanya untuk nongkrong, jajan, beli bensin atau bahkan rokok.

Kan ngga penting banget. Heuh!

Sesekali kalau kamu lagi berlimpah rejeki boleh saja meminjamkan dia uang, tetapi kalau dia sudah terlalu sering meminta kamu untuk meminjamkan dia uang mungkin beberapa kali kamu harus melakukan penolakan.

Ditolak itu ngga enak guys! Nah, jadi solusinya kamu ngga perlu menolak tetapi cobalah lakukan trik-trik berikut untuk menghalau dia ketika meminjam uang. Wkwkwk.

1Selalu Bawa Uang Pas. Pokoknya, Uang Kamu Hanya Cukup Untuk Kamu

www.kompasiana.com

Bukan pelit kok, tetapi hanya antisipasi kalau temanmu meminjam uang untuk hal-hal yang sekiranya kurang penting.

Jadi kamu bisa menunjukkan dompetmu seraya berkata “Tuh lihat, uangku tinggal segini. Ngga cukup kalau harus kasih pinjaman buat kamu.”

Lalu dia akan berlalu pergi. Ah sedihnya.

2Jangan Makan Berduaan Sama Dia, Ajak yang Lain

agussas.wordpress.com

Nah, kalau kamu sudah mengidentifikasi bahwa temanmu yang itu punya hobi pinjam uang untuk urusan yang kurang penting mungkin kamu bisa mulai menghindari makan hanya berdua saja dengan dia.

Cobalah untuk mengajak yang lain, agar tidak hanya kamu selalu yang dia andalkan untuk meminjam uang. Bahkan bisa jadi dia juga akan merasa malu jika harus meminjam uang didepan orang banyak. Lalu dengan terpaksa dia akan mengurungkan niatnya.

3Kalau Dia Baru Beli Barang-barang Mahal, Coba deh Tanggapi “Ih banyak duit yah kamu,” wkwkwk

www.hercampus.com

Kadang teman kita suka pinjem duit bukan karena dia kurang berada. Mungkin kartu ATM-nya abis ilang, mungkin dia terlalu boros di awal bulan, mungkin uangnya (yang sebenarnya cukup banget itu) habis duluan untuk hal-hal yang kurang penting.

Karena itulah bukan gak mungkin dia beli gadget, tas, sepatu, kucing, atau gitar — lha wong sebenarnya dia berduit.

Kalau sudah begini, sesekali coba kamu katakan ke dia “Kamu serius beli barang-barang ini? Uang mu banyak juga ya. Nanti kalau tanggal tua ngga usah coba-coba pinjam uang ya.”

Haha! Langsung to the point ya.

4Kalau Dia Pelupa, Ingatkahlan Dia Untuk Selalu Membawa Dompet dan ATM

www.osbergleather.com

Hm, mungkin dia terlalu banyak beban hidup sehingga mudah lupa untuk membawa dompet dan ATM.

Nah tugasmu adalah selalu mengingatkannya untuk terus membawa dompet dan ATM saat kalian akan pergi bersama. Ini menghindari dia untuk beralasan meminjam uang ke kamu.

5Satu Hal yang Bisa Banget Kamu Coba : Pinjam Uang Balik ke Dia

pinjam.co.id

Ngga cuma dia, kamu bisa saja bertemu dengan hari dimana keuangan semakin menipis. Nah, mungkin saat-saat seperti ini bisa kamu jadikan untuk menguji dia. Cobalah meminjam uangnya, apakah kamu akan berhasil atau tidak.

6Kalau Sudah Parah, Cobalah Tagih Temanmu ini Sampai Dia Kembalikan Uangmu

ibunda.id

Mungkin setelah ini kamu akan dikenal sebagai teman yang agak psikopat. Wkwkwk.

Tenang guys, ngga segitunya kok. Kan kamu hanya coba memberi gertakan kepada dia, supaya jika meminjam uang harus segera mengembalikan. Bukan justru memperbanyak pinjaman. Waduhduh.

7Tapi Ingat Bahwa Dia Masih Memiliki Sifat Positif. Sering Meminjam Hanya Satu Sisi Pribadinya yang Mungkin Perhatian atau Pandai Jadi Pendengar

www.anekaremaja.com

Di balik sikapnya yang agak sering minta ditombokin, jangan lupa bahwa dia masih menyimpan sisi positif. Bukannya sisi positif inilah yang awalnya meyakinkanmu untuk jadi teman baiknya?

Kalau sebal sama dia, jangan lama-lama, ya. Bisa jadi kamu akan kehilangan salah satu teman paling perhatian dan paling sayang di hidupmu andai nggak sabar menghadapi sifat pemboros atau pelupanya.

Jangan buru-buru meninggalkannya karena kebiasaan buruknya ini. Yakin deh, kamu cukup pintar untuk tahu mana teman yang hanya punya kebiasaan buruk dan mana yang memang menganggap kamu semacam sapi perah untuk dimanfaatkan

Semoga beruntung menghadapi sahabat kamu yang unik ini ya. Punya tips lain gak buat menghadapi teman tipe begini? Bagi-bagi rahasia kamu, dong! Hihihi.

SHARE