Apa yang ada benak kamu jika disebut kota Jakarta? Kota metropolitan dengan gedung tinggi berjajar, pekerja perantauan yang mendominasi jalanan, atau juga kriminalitas yang membelenggu ibukota.

Seakan-akan kota Jakarta seperti tidak memiliki akar budaya di masyarakatnya. Samar tertutup aktivitas bisnis dan pemerintahan. Juga anak-anak muda yang terbius budaya impor hingga kehilangan identitas.

Budaya asli warga Jakarta jarang diekspose, sehingga tidak terlalu dikenal. Atau juga memang karena masyarakat asli Jakarta yakni etnis Betawi, mulai bergeser sedikit demi sedikit meninggalkan identitas budayanya.

Untuk itu sangat penting untuk mengangkat kembali budaya Jakarta, salah satunya melalui dunia pariwisata.

Jakarta sebetulnya punya potensi untuk menjadi tujuan wisata budaya karena ada beberapa tempat spesial yang berkaitan seni dan kebudayaan Jakarta.

Berikut ini tempat wisata budaya di Jakarta yang paling terkenal di masyarakat.

1Mendalami Sejarah dan Budaya Betawi di Setu Babakan

mscpangsibetawi.wordpress.com

Jika kamu memasuki daerah Jagakarsa, kamu akan mendapati sebuah Perkampungan budaya Betawi, yang biasa disebut Setu Babakan.

Sebuah kawasan perkampungan yang ditetapkan Pemerintah DKI Jakarta, pada tahun 2001, sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.

Sebagian besar penduduknya adalah orang asli Betawi yang sudah turun temurun tinggal di daerah tersebut. Sedangkan sebagian kecil lainnya adalah para pendatang yang sudah menetap semenjak 30 tahun lalu.

Walaupun ada penduduk pendatang, namun mereka sudah berbaur dan melebur dengan budaya Betawi setelah bertahun-tahun berada di sana.

Di perkampungan ini, masyarakat Setu Babakan masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi. Dengan adat istiadat, kesenian, kuliner, serta pakaian yang serba adat Betawi.

Kamu juga akan diajak melihat keseharian masyarakat Betawi, seperti pencak silat, memancing, menjala, bertani, berdagang, sampai dengan kegiatan memasak makanan khas Betawi.

bebasopan.blogspot.com
bebasopan.blogspot.com

Bukan hanya wisata budaya, di Setu Babakan juga memiliki pemandangan alam yang begitu asri dan menarik. Setu atau danau Babakan yang indah ini dikelilingi pohon-pohon rindang juga berbagai buah khas Betawi.

Sebagai sebuah kawasan cagar budaya Betawi, Perkampungan Setu Babakan diharapkan dapat melestarikan kebudayaan Betawi agar tidak tergusur oleh perkembangan zaman.

2Belajar Membatik di Museum Batik

Berkunjung di Museum Tekstil, kamu akan melihat jajaran koleksi kain tradisional Indonesia. Total ada 1800 koleksi yang dimiliki museum ini, namun hanya 100 koleksi yang bisa ditampilkan di display pameran.

Setiap 3 bulan, koleksi tersebut akan digilir ditampilkan. Selain itu juga ada 50 jenis alat tenun yang berasal dari banyak tempat di Indonesia.

thelanguageofcloth.com
thelanguageofcloth.com

Banyak wisatawan yang berkunjung kesana dengan niatan untuk mencoba belajar membatik, ‘jumputan’, dan melukis kain sutra.

Kalau ternyata pengunjung tertarik memperdalam, disini juga dibuka kursus untuk belajar intensif tentang seni tekstil. Tertarik mencobanya atau memperdalamnya? Yang pasti kamu harus datang ketempat satu ini.

3Museum Seni Rupa dan Keramik

hermawan27.blogspot.com

Sesuai namanya,museum ini menyimpan koleksi seni rupa dan keramik. Ruang pameran karya seni rupa terpisah dengan ruang pameran keramik.

Memasuki ruang pameran pertama, kita akan melihat sejarah gedung, lalu mengenai keilmuan seni. Ruang-ruang selanjutnya barulah tempat dipamerkannya lebih dari 500 karya seni rupa dari masa ke masa.

Seni rupa sendiri terdiri dari seni lukis dan seni patung. Koleksi seni lukis yang dikoleksi seperti karya Raden Saleh, Affandi, S.Sudjojono, Dullah, dan pelukis terkenal Indonesia lainnya.

destindonesia.com
destindonesia.com

Untuk Koleksi seni patung menampilkan patung-patung seperti Totem Asmat dan lain-lain. Sedangkan koleksi keramik menampilkan keramik dari beberapa daerah Indonesia dan seni kreatif kontemporer.

Selain itu ada juga koleksi keramik dari mancanegara seperti keramik dari Tiongkok, Thailand, Vietnam, Jepang, dan Eropa dari abad 16 sampai dengan awal abad 20.