Bulan adalah satelit alami bumi, benda antariksa yang berputar mengelilingi sebuah planet karena tertarik oleh gaya gravitasi planet tersebut. Dan hal yang paling menarik dari satelit ‘besar’ ini tentu saja saat terjadinya gerhana bulan.

penny4nasa.org
penny4nasa.org

Sebenarnya hampir semua planet memiliki satelit dan hal ini bukanlah sesuatu yang istimewa. Namun, bulan menjadi unik untuk dibahas karena inilah ‘benda lain’ di luar bumi yang berposisi paling dekat dengan bumi.

Manusia memang selalu berusaha mencari banyak hal yang jauh dari pandangan mata, dikiranya bumi akan habis rahasianya dan hanya begitu-begitu saja. Nah, mari mulai dengan bulan yang dekat. Mari belajar tentang terjadinya gerhana bulan.

1Syzygy

en.wikipedia.org

Kamu pernah mendengar istilah syzygy? Mungkin hanya sedikit orang yang tahu, terutama yang mengerti istilah ini adalah mereka yang mempelajari ilmu astronomi atau luar angkasa.

Barangkali arti dari istilah syzygy inilah yang sering kita dengar. Kata syzygy berasal dari bahasa Yunani Kuno, suzugos, artinya adalah ‘dipasangkan bersama’. Nah, sedangkan dalam ilmu astronomi, tentu saja artinya tidak seperti itu.

Syzygy adalah kondisi dimana minimal tiga benda langit berada dalam garis lurus, satu garis. Bagaimana? Sudah jelas bukan? Berarti tentu saja terjadinya gerhana bulan adalah sebuah kondisi syzygy.

Kalau berbicara mengenai syzygy memang terlalu luas. Bahkan kondisi gerhana matahari pun sebenarnya merupakan keadaan syzygy. Namun, itulah mengapa beberapa hal mengenai syzygy ini sangat unik untuk ditelusuri.

2Syzygy Selain Gerhana

en.wikipedia.org

Mungkin kamu berpikir bahwa kondisi syzygy hanya terjadi dua kali, gerhana bulan atau matahari. Namun, kamu keliru, saat seluruh planet berada di salah satu sisi matahari (meskipun tidak dalam segaris), kondisi in disebut syzygy juga.

Saat tiga planet lain selain bumi berada dalam garis lurus, kondisi ini pun disebut syzygy. Seperti misalnya yang terlihat dari gambar di atas, Jupiter (paling atas), Venus (bawah kiri), dan Merkurius (bawah kanan). Menakjubkan bukan?

3Terjadinya Gerhana Bulan

en.wikipedia.org

Kondisi garis lurus segaris atau syzygy pada matahari, bumi dan bulan berturut-turut ada penyebab terjadinya gerhana bulan. Cahaya matahari yang seharusnya menerpa bulan, justru terhalang olah bumi.

Karena ukuran bumi jauh lebih besar daripada bulan, maka bulan pun tertutupi oleh bayangan bumi. Pada waktu tertentu bulan hanya tertutup oleh sebagian bayangan bumi, pada waktu yang lain bulan tertutup oleh bayangan bumi secara menyeluruh.

Nah, saat bulan tertutup secara menyeluruh oleh bayangan bumi inilah, terjadi gerhana bulan total atau yang lebih dikenal dengan istilah blood moon. Tentu saja karena memang bulan terlihat berwarnya oranye kemerahan pada saat seperti ini.

Setiap tahunnya terjadi minimal dua kali gerhana bulan dan paling banyak lima kali. Meskipun begitu, terjadinya gerhana bulan total sangat jarang terjadi. Gerhana bulan yang terbaru terjadi pada 27 September tahun 2015 yang lalu.

4Skala Danjon

standard.co.uk

Berbicara mengenai gerhana bulan, salah satu yang paling menyenangkan tentu menikmati warna-warna yang terjadi pada gerhana bulan. André Louis Danjon ada tahun 1921 memberikan usulan sebuah skala untuk menamai warna-warna tersebut.

Skala yang diusulkan oleh Danjon disimbolkan dalam L=0 hingga L=4. Istilah L=0 diartikan bahwa gerhana yang sangat gelap, bulan hampir tidak terlihat sama sekali. Sedangkan L=4 adalah bulan berwarna emas atau oranye terang.

imgur.com
imgur.com

Jadi, saat terjadi blood moon pada saat itu gerhana ada pada skala antara L=3 atau L=4. Itulah sebabnya bulan memang dapat berubah-ubah warna, mulai dari tidak terlihat sama sekali hingga oranye, merah, abu-abu, coklat, bahkan emas.

SHARE