ayeey.com

Terkadang Hinaan Dari Orang Lain Bisa Jadi Sumber Motivasi Juga Lho? Ini Dia Contohnya!

Posted on

Terkadang kegagalan dan keterpurukan dalam hidup adalah sebuah pecutan untuk bangkit. Begitupula tatapan sinis dan tatapan merendahkan dari orang lain di sekitar kita. Walaupun banyak juga yang ketika diperlakukan seperti itu pada akhirnya menjadi lebih terpuruk.

Tapi apa benar ada yang menjadi bangkit dengan hinaan dan cemoohan orang? Ya tentunya ada saja.

Contohnya saja kisah pembalap muda bernama Rio Haryanto. Ia berhasil masuk ke ranah balapan F1, walaupun sempat menunggu agak lama untuk mendapat persetujuan Menpora.

esmtg.com
esmtg.com

Seperti kebanyakan orang-orang sukses lainnya, Rio pun sempat dipandang sebelah mata oleh dunia karena usianya yang masih muda. Tapi, dia menepis semua tanggapan dan persepsi miring tentang dirinya dengan aneka prestasi.

Nah, berikut ini adalah kisah-kisah yang pada akhirnya menjadi titik balik dari kesuksesan pembalap muda yang satu ini. Kisah sedih, namun akan sangat berarti untuk dikenang saat kesuksesan telah menghampiri. Kita lihat yuk!

Kata Mereka, Rio Tak Mungkin Menang

40.media.tumblr.com
40.media.tumblr.com

Tahun 2010 silam, saat GP3 seri Instabul, Turki, menjadi pertandingan paling gemilang bagi karir Rio menjadi pembalap.

Namun, nama Rio kala itu tidak begitu terkenal dan ia berkewarganegaraan Indonesia. Banyak yang meremehkannya termasuk panitia penyelenggara.

Tapi, walaupun diremehkan, ia tetap menunjukkan performa terbaiknya dan menjadi pemenang. Namun karena panitia tidak menyangka Rio akan menang, maka saat itu tidak disiapkan bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya.

Sampai-sampai panitianya memutar otak dan membalik bendera Polandia.

Mobil Rio Dibongkar Karena Menang

assets.kompas.com
assets.kompas.com

Setelah menang di perlombaan sebelumnya, Rio pun menang di perlombaan lain di tahun yang sama. Karena beruntun memenangkan pertandingan, pihak panitia pun menaruh curiga kepada Rio dan timnya.

Kecurigaan itu menyebabkan mobil Rio diperiksa dan dibongkar total oleh mereka. Saat mengetahui tak ada yang mencurigakan dari mobil Rio, alih-alih minta maaf mereka pun pergi begitu saja meninggalkan mobil Rio yang berantakan dengan beberapa bagian rusak.

Mendapat Perlakuan Deskriminatif

assets.kompas.com
assets.kompas.com

Perlakuan deskriminatif pun kerap dirasakan oleh Rio. Misalnya saja ketika GP2 di Monza, Italia. Saat ia melakukan manuver untuk menghindari tabrakan, maka ia terkena pinalti oleh pengawas lomba.

Padahal, ketika pembalap lain melakukan hal yang sama, mereka tidak mendapat perlakuan yang sama dengan Rio. Deskriminatif kan? Ada standar ganda yang digunakan oleh pengawas. Dan perlakuan seperti ini tentunya menyakitkan.

Bagaimana menurut kamu? Menyakitkan bukan? Tapi kalau saja Rio berhenti di titik itu, maka tamatlah sudah karirnya sebagai pembalap, namun dia justru membuktikan dengan hal berbeda.

Safety Car Membuatnya Gagal Juara

soloraya.files.wordpress.com
soloraya.files.wordpress.com

Kejadian yang menyisakan luka terjadi kembali di GP2 Rusia. Di pertandingan itu sebenarnya Rio sudah berada di posisi pertama. Tapi dengan alasan safety car kemenangan Rio pun dianggap tidak sah. Dan akhirnya ia menempati posisi kedua.

Banyak yang protes dengan kejadian itu. Komentator yang bertugas meliput pertandingan pun sangat geram, karena ia tidak melihat kesalahan yang dilakukan oleh Rio. Bagaimana dengan perasaan Rio sendiri ya? Secara manusiawi sih pasti nggak terima.

Namanya jadi Lelucon

sports.warta.co
sports.warta.co

Selain perlakuan diskriminatif dan lain-lain. Nama Rio pun kerap menjadi bahan ledekan terutama ledekan para komentator. Ada saja sebutan yang ditunjukkan kepadanya. Misalnya saja ia pernah dipanggil dengan nama Rio de Janeiro dan panggilan lainnya.

Tapi dari semua luka yang pastinya membuat sedih dan kecewa ini, namun Rio membuktikan bahwa ia bisa melaju di formula 1.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *