Syahadat merupakan sesuatu yang sangat wajib bagi seseorang yang ingin masuk agama islam, jika ingin masuk islam syarat utamanya adalah dengan mengucapkan syahadat.

Tapi bukan berarti ini bagi orang yang ingin masuk islam saja, tapi juga penting bagi orang yang sudah beragama islam.

Walaupun kelihatannya sepele diucapkan tapi ternyata sangat luar biasa maknanya dan syahadat mempunyai kosekuensi yang tinggi yang tidak bisa disepelekan dengan ucapan saja.

Karena saking luar biasanya syahadat, ternyata 2 kalimat ini mempunyai batasa-batasan dan syarat agar diterima syahadat agar ALLAH menerima syahadat yang telah diucapkan.

Para ulama telah memberikan ulasan tentang syarat diterimanya syadahat seperti berikut ini.

1Didasari dengan Ilmu

ps1c.blogspot.com

Seseorang bersyahadat harus dididasari dengan ilmu, dengan pengetahuan yang membuat hati seseorang sadar akan pengetahuan tersebut semuanya datangnya dari ALLAH.

Yaitu pengetahuan tentang makna yang dikandung dalam syahadat, dengan pengetahuan yang menghilangkan rasa ketidaktahuan tentang syahadat yang akan diucapkannya itu.

Seperti yang tertera dalam Alquran, Allah berfirman (QS. 47 : 19) :

“Maka ketahuilah,bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.”

2Didasari dengan Keyakinan

motivaksi.blogspot.com

Seseorang ketika mengucapkan syahadat, tidak hanya sekedar didasari rasa tahu saja bahwa tiada tuhan selain Allah.

Namun rasa ‘tahu’ tersebut harus menjadi sebuah keyakinan dalam dirinya bahwa memang benar-benar hanya Allah Rabb semesta alam dan tidak ada yang lain lagi

Allah berfirman (QS. 49 : 15):

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad denganharta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.”

3Didasari dengan Keikhlasan

wanitasalihah.com

Seseorang mengucap syahadat harus dilandasi dengan keikhlasan hati yang paling dalam tanpa adanya paksaan ataupun tekanan.

Keikhlasan seperti ini akan menghilangkan rasa syirik dan tanpa keikhlasan syahadat akan sia-sia dan tidak diterima seseorang dalam islam.

Allah berfirman (QS. 98 : 5):13

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

4Didasari dengan Kejujuran

islamiday.com

Kesaksian dalam mengucap syahadat harus dilandasi dengan kejujuran, apa yang diucapkannya harus sesuai dengan apa yang ada dalam hatinya.

Jika tidak ada kejujuran maka tidak sah pula syahadatnya, walau banyak orang tahu seseorang bersyahadat dengan benar tapi dalam hatinya dusta tetap saja ALLAH bisa melihat dan tidak menerimanya.

Allah berfirman (QS. 2 : 8 –9):

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.”

5Didasari dengan Rasa Cinta

kabarbasic.com

Seseorang yang mengucapkan syahadat harus ada perasaan cinta dalam hatinya, karena cinta itulah yang menjadi sumber segalanya dan menghilangkan sesuatu yang membencinya.

Allah SWT berfirman (QS. 2 : 165):

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.  Adapun orang-orangyang beriman sangat cinta kepada Allah.

Dan jika seandainya orang-orang yang berbuatzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”

6Didasari dengan Rasa Penerimaan

republika.co.id

Mengucap syahadat berarti harus juga menerima apa yang terkandung didalamnya, apapun bentuknya harus diterima didalam hatinya.

Allah berfirman (QS. 33 : 36):

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

7Didasari dengan Kepatuhan

melloncholic.blogspot.com

Mengucap syahadat berarti harus patuh terhadap apa yang telah diucapkannya, termasuk konsekuensinya.

Kepatuhan disini yang dimaksud adalah kepatuhan kita terhadap ALLAH, baik mematuhi perintahnya dan menjauhi larangannya. Dari semua itu ada konsekuensinya masing-masing.

Allah berfirman (QS. 24 :51):

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Itulah syarat diterimanya sebuah syahadat, jika kita sudah merasa islam tapi ada yang kurang dengan syarat tersebut tentu akan berdampak pada amalan kita, so mari segera perbaiki ya. Semoga bermanfaat