Kematian adalah sesuatu yang pasti akan dialami setiap manusia. Namun, bagaimana kejadiannya, kapan waktunya, semua menjadi rahasia Tuhan yang tak akan pernah diketahui.

Terlalu senang dengan kehidupan dunia membuat banyak ingin terus hidup panjang, dan membuatnya takut menghadapi kematian.

Kematian bagi sebagian orang adalah akhir dari segalanya, bagi sebagian lain justru menjadi awal dari kehidupan yang baru, sehingga tidak harus ditakuti.

Yang paling ditakuti dari kematian adalah rasa sakit yang harus ditanggung saat itu, dari senjata api sampai ngerinya ruang operasi.

Disisi lain ada saja yang memilih mengakhiri hidup karena rasa frustasi. Hidup, baginya lebih menyakitkan daripada kematian. Mereka lari dari kehidupan, dan mati tanpa kehormatan.

Hanya sedikit manusia yang tak gentar menghadapi kematian, walaupun kematian persis di depan matanya. Mereka bahkan tersenyum kala itu, bukan karena putus asa, tapi karena bangga atas perjuangan hidupnya.

Bagi orang-orang ini, memperjuangkan cita-cita dan nilai yang diyakininya adalah harga mahal yang harus dibayar dengan kematian. Mereka yakin bahwa pengorbanannya tidak akan sia-sia.

Berikut ini dokumentasi foto orang-orang yang tersenyum saat menghadapi kematian.

1Tawa Terakhir Intelijen Soviet

thedigitalspy.com

Foto di atas disimpan oleh Menteri Pertahanan Finlandia pada tahun 2006 dengan deskripsi: “Petugas intelijen Soviet yang tidak dikenal sebelum ditembak. Finlandia, tahun 1942.” 

Intelijen Uni Soviet ini bukan hanya tersenyum, bahkan tanpa tertawa lebar sebelum dieksekusi tentara Finlandia. Pada masa Perang Dunia II, Uni Soviet berperang melawan rezim Nazi Jerman.

Sedangkan Finlandia bersekutu dengan Nazi Jerman dengan tujuan mendapatkan kembali wilayahnya yang direbut Soviet pada tahun 1939-1940.

Mata-mata dan ahli sabotase Soviet diturunkan ke wilayah Finlandia dengan terjun payung. Mereka sadar bahwa resiko tertangkap sangat tinggi saat mendarat ataupun setelahnya.

Data dari Soviet mencatat, dari 1428 yang diterjunkan, 588 ditangkap dan 161 orang lainnya langsung dibunuh saat ditemukan.

Data itu menjawab arti senyuman orang tersebut, mereka sudah tahu diawal bahwa misi yang diemban sama dengan menjemput kematian.

2Teriakan untuk Kebebasan Rakyat

wikimedia.org

Dia bernama Stjepan Filipovic, seorang pejuang Yugoslavia dalam melawan penindasan Nazi. Dalam foto yang diambil pada 22 Juni 1942 ini tampak Filipovic mengangkat tangannya dan berteriak keras sebelum tali gantungan menjerat lehernya.

wikimedia.org
wikimedia.org

Menurut penuturan saksi, kata-kata yang diteriakan Filipovic adalah “Smrt fasizmu, sloboda narodu!” yang artinya Kematian untuk fasisme, kebebasan untuk rakyat!

Kata-kata itu lalu menjadi terkenal dan menjadi slogan para pejuang lainnya. Atas keberanian dan jasanya Stjepan Filipovic dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

3Tersenyum di Depan Regu Tembak

thedigitalspy.com

Georges Blind, anggota pertahanan Perancis nampak tersenyum santai di depan pasukan eksekusi Nazi. Foto di atas diambil pada oktober 1944.

Senyum George Blind memang beralasan, ternyata tentara Nazi hanya berpura-pura untuk menakuti Blind agar dia mau membocorkan informasi.

Gagal membuat Blind membuka mulut, Blind akhirnya benar-benar di eksekusi mati sebulan setelah peristiwa tersebut. Diperkirakan ada 30 ribu tawanan orang Prancis yang bernasib serupa dengan Blind, mati dalam eksekusi.

4Teriakan Banzai! Sebelum Tenggelam

thedigitalspy.com

Tentara Jepang memang paling dikenal pemberani dan memiliki loyalitas yang tinggi. Foto di atas menunjukkan kru kapal pembawa pesawat Jepang Zuikaku yang bersorak gembira sebelum tenggelam.

Kapal tersebut tenggelam setelah digempur habis pesawat AS dalam pertempuran Cape Engano, 24 Oktober 1944. Takjubnya, sebelum para awak tenggelam, mereka sempat bersorak mengucap “banzai!”.

Kata “banzai!” yang mereka ucapkan adalah kependekan dari “Tennouheika Banzai!” yang berarti “Hidup yang Mulia Kaisar!” Mereka memberikan penghormatan terakhir pada kaisar yang diwakili lambang kekaisaran di kapal.

5Senyum Pilot Sebelum Kamikaze

thedigitalspy.com

Pria yang memgang anak anjing di atas adalah Kopral Jepang Yukio Araki. Seorang pilot muda berumur 17 tahun yang melakukan tabrakan bunuh diri (kamikaze) untuk menghancurkan pasukan Amerika.

Foto di atas diambil sehari sebelum ia melakukan kamikaze, tampak tak ada ketakutan dan hanya senyum lebar saja yang terlihat. Dan benar, perasaanya itu tercermin dari surat yang ditinggalkan untuk keluarganya.

“Carilah kesenangan dalam hasratmu untuk kesetiaanku pada kaisar dan pengabdianku pada orang tua. Aku tidak memiliki penyesalan. Aku hanya memilih jalanku.”