Banyak orang yang merasa sangat tidak percaya diri jika mempunyai perut yang buncit. Baik itu laki-laki maupun wanita. Mereka akan cenderung untuk mencari berbagai cara untuk membuat penampilan mereka lebih menarik dengan perut yang langsing.

Terutama bagi kaum wanita, memiliki perut yang buncit adalah hal yang sangat memalukan dan mengganggu. Mereka mengidamkan bentuk tubuh yang ideal agar mereka terlihat lebih menarik dimata orang lain.

Berikut beberapa tips untuk mengecilkan perut yang buncit secara alami.

1Kebiasaan Makan

intisari-online.com

Pola makan kamu dapat mempengaruhi kondisi fisik  kamu, bila kamu salah dalam memilih makanan juga pola konsumsi yang salah, maka kamu akan mendapatkan perut yang buncit.

Tentunya hal ini sangat tidak kamu inginkan bukan? Mempunyai perut yang buncit akan menjadi masalah bagi kesehatan badan. Juga tidak akan menarik lagi bila dipandang.

Dengan pola makan yang tepat, seperti makan dengan porsi kecil namun sering dapat membuat kerja pada lambung tidak terlalu berat dan akan membuat perut kamu tetap langsing. Makan 4 kali sehari namun dengan porsi yang sedikit lebih dianjurkan daripada makan 2 kali sehari dengan porsi biasa.

2Olahraga

youtube.com

Bukan rahasia lagi jika olahraga merupakan cara sehat untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Dengan rutin berolahraga, maka tubuh akan semakin kuat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.Dengan melakukan olahraga ringan seperti sit up dapat meratakan perut kamu yang buncit.

Olahraga seperti ini  dapat kamu lakukan selama 30-40 menit selama 4-5 kali dalam seminggu. Dengan melakukan olahraga ini secara disiplin, kamu akan mendapatkan perut yang langsing dan tubuh juga menjadi lebih sehat.

oyebro.blogspot.com
oyebro.blogspot.com

Kamu juga dapat melakukan olahraga lain seperti jalan cepat atau bersepeda. Kegiatan ini juga dapat membakar lemak dalam perut kamu. Jika kamu melakukan secara rutin, maka lemak dalam perut kamu akan hilang secara bertahap.

3Gaya Hidup

breaktime.co.id

Jika kamu ingin mendapatkan perut yang langsing dan tubuh yang sehat, cobalah untuk mengubah gaya hidup kamu dengan cara menggunakan tangga daripada lift atau escalator . Dengan naik turun tangga akan dapat membuat kamu berkeringat serta lemak dalam perut akan terbakar.

Selain itu kamu juga dapat pergi ke kantor atau sekolah dengan menggunakan sepeda atau bisa juga dengan menaiki bis kota. Lakukan aktivitas berjalan kaki sebanyak mungkin yang kamu bisa.

Apabila kamu termasuk orang yang suka makan ditengah malam, cobalah untuk mengubah kebiasaan itu, selain dapat membuat perut menjadi buncit, makan ditengah malam juga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Perubahan gaya hidup tidak akan langsung membuat perut kamu langsing, akan tetapi hal itu akan berubah secara bertahap. Pola hidup sehat dan hindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya obesitas akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan tubuh yang kamu inginkan.

4Istirahat dan Tidur Cukup

liputanislam.com

Imbangi aktivitas olahraga kamu dengan istirahat yang cukup untuk memulihkan stamina dalam tubuh kamu. Penelitian menunjukkan bahwa ketika anda tidak cukup tidur, tubuh terjadi peningkatan hormon ghrelin, yakni hormono yang meningkatkan nafsu makan.

Jika kamu mengalami peningkatan pada hormone ghrelin ini maka kamu akan merasa lapar secara terus menerus, dan akan membuat kamu makan lebih banyak. Karena tubuh kamu kurang untuk mendapatkan stamina.

Untuk itu istirahat yang cukup sangat membantu dalam proses mengecilkan perut. Hal ini harus kamu atur agar kamu tidak terlalu banyak tidur yang justru akan membuat kamu menjadi lebih gemuk.

5Bahaya Perut Buncit

l-men.com

Kondisi perut buncit dapat mengganggu penampilan seseorang dan menyebabkan rasa kurang percaya diri. Sayangnya, bukan perkara mudah untuk mengecilkan perut buncit.

Perut buncit disebut juga obesitas perut atau obesitas sentral. Penyebab perut buncit disebabkan penumpukan lemak pada bagian perut. Lemak di bagian perut ini terdiri dari dua macam, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral.

Lemak subkutan adalah lemak yang berada di bawah kulit. Lemak ini dapat dicubit dan terlihat. Sedangkan lemak viseral berada di sekitar organ dalam tubuh sehingga tidak terlihat.

Lemak viseral inilah yang sering dihubungkan dengan kondisi obesitas di perut. Selain sangat berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit lain, lemak viseral sangat sulit untuk dihilangkan.

6Penyebab Perut Buncit

-harianpost-co.d

Seperti halnya obesitas pada tubuh, perut buncit timbul oleh karena asupan makanan yang melebihi energi yang diperlukan untuk aktifitas fisik.

Apabila kam makan terlalu banyak dan kurang berolahraga, kamu akan mengalami penumpukan lemak pada tubuh, termasuk lemak di perut.

Riwayat obesitas pada keluarga, kebiasaan merokok, dan stres yang tinggi juga berpengaruh terhadap timbulnya perut buncit. Usia tua dan ketidakseimbangan hormon pada wanita menopause juga mempermudah timbulnya perut buncit.

Selain itu, bentuk tubuh yang seperti ‘apel’ cenderung menyimpan lemak di sekitar perut dibandingkan bentuk tubuh seperti ‘pir’.

Bagaimanakah perut buncit yang berbahaya? Ukurlah lingkar pinggangmu untuk mengetahui apakah kamu memiliki obesitas perut.

Kamu dapat menggunakan meteran yang dilingkarkan di perutmu. Posisi meteran adalah sejajar ujung tulang panggul dan pusar.

Seorang laki-laki dinyatakan menderita obesitas perut apabila lingkar pinggang melebihi 90 cm. Sedangkan pada perempuan, di atas 80 cm.

Bahaya yang ditimbulkan oleh penimbunan lemak perut juga wajib kamu waspadai. Bagi kamu yang memiliki perut buncit karena kebanyakan lemak, sebaiknya waspada. Pasalnya ada sejumlah risiko yang bisa mengganggu kesehatan.

Lemak viseral adalah tipe lemak yang paling berbahaya. Kumpulan lemak viseral di dalam tubuh bisa mengeluarkan senyawa peradangan dan hormon yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Senyawa-senyawa peradangan disebut juga sitokin. Senyawa ini dapat menyebabkan peradangan ringan dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Senyawa lain yang dikeluarkan oleh lemak viseral adalah asam lemak bebas. Senyawa ini akan masuk ke dalam hati dan kemudian memicu berbagai perubahan, antara lain peningkatan produksi kolesterol buruk dan penurunan produksi kolesterol baik.

Itulah mengapa perut buncit dapat meningkatkan risiko penyakit kolesterol tinggi. Selain itu, asam lemak bebas juga menyebabkan insulin menjadi kurang efektif dalam mengontrol gula darah, meningkatkan risiko diabetes.

Selain itu, lemak pada perut buncit juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke, dan serangan jantung.

Hal ini karena lemak pada perut buncit dapat memicu perubahan hormon yang mengontrol penyempitan pembuluh darah atau yang disebut dengan angiotensin.

7Cara Tradisional Kecilkan Perut Buncit Tradisional

health-kompas.com

Beberapa penyebab perut buncit diantaranya adalah kebiasaan makan junk food, minum beralkohol, sering ngemil makanan tidak sehat, dan kurang berolahraga.

Sebenarnya permasalahannya sepele, namun sering diabaikan sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Untuk mengecilkan perut buncit, di pasaran memang banyak dijual suplemen atau obat-obatan pelangsing.

Tapi kalau ada cara yang alami dan tradisional, mengapa tidak kamu coba? Barangkali biayanya lebih murah.

Kunyit Asam. Resep tradisional yang pertama untuk mengatasi kegemukan atau perut buncit adalah dengan jamu kunyit asam.

Jamu tradisional yang satu ini kabarnya sudah sejak lama dipercaya masyarakat untuk mengatasi perut buncit atau sebagai obat pelangsing tradisional.

Tapi ingat, konsumsi jamu ini sesuai aturan, ya. Sebelum membaha cara pembuatannya, yang harus kau siapkan adalah sebuah kunyit seukuran ibu jari dan sudah dihaluskan.

Cara pembuatan rebuslah kunyit yang tadi sudah kamu haluskan dengan dua gelas air. Saat direbus, campurkan air asam dan gula merah secukupnya.

Tunggu sampai mendidih dan sampai airnya berkurang setengahnya. Kemudian tunggu beberapa saat dan minum dalam keadaan hangat atau dingin.

Kencur. Selain kunyit asam, cara mengecilkan perut buncit tradisional lainnya juga bisa kamu lakukan dengan mengonsumsi ramuan tradisional dari bahan alami kencur.

Jika kamu tidak bisa membuatnya sendiri, mungkin kamu bisa membelinya langsung di tukang jamu.Tapi ingat, jangan beli jamu yang instan.

Beli saja jamunya di tukang jamu gendong, karena mereka membuat ramuannya secara tradisional dan dengan bahan-bahan yang alami.

Siapkan yakni segenggam kencur, asam, segenggam beras, gula pasir, dan gula merah secukupnya.

Tumbuk semua bahan-bahan tersebut dalam satu wadah, lalu seduh hasil tumbukannya dengan segelas air panas. Aduk sampai tumbukan bahan-bahan tadi benar-benar larut di dalam air.

Cara mengecilkan perut buncit tanpa olahraga dengan ramuan ini perlu dilakukan secara rutin. Paling tidak kamu harus minum sekali dalam sehari.

Jeruk Nipis. Berikutnya ada cara mengecilkan perut buncit tradisional dengan ramuan dari jeruk nipis.

Mengingat jeruk nipis memang banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh terutama untuk program diet, maka tak heran kalau jeruk nipis juga bisa digunakan untuk menyusutkan perut buncit.

Berbeda seperti kunyit asam atau kencur, ramuan yang satu ini bukan diminum, melainkan dioleskan. Sebelumnya, siapkan dulu bahan-bahannya, yakni satu buah jeruk nipis, kapur sirih dan minyak kayu putih.

Cara pembuatannya cukup sederhana, pertama-tama campurkan dulu minyak kayu putih dan air jeruk nipis dengan perbandingan yang sama. Setelah itu tambahkan kapur sirih dan aduk bahan-bahan tersebut sampai merata.

Setelah selesai, oleskan ramuan tersebut di perut buncitmu. Kamu bisa melakukan cara mengecilkan perut buncit ini dengan cepat.

Asalkan metode ini juga diimbangi dengan mengonsumsi jamu kunyit asam atau kencur. Lakukan secara rutin sampai ada perubahan.

Teh Pahit. Umumnya teh pahit dikonsumsi untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan. Namun ternyata teh tanpa gula ini bisa digunakan juga sebagai cara mengecilkan perut buncit tradisional.

Ramuan ini hanyalah teh biasa, tapi kamu juga membutuhkan jeruk nipis sebagai campurannya supaya rasa tehnya lebih nikmat dan khasiatnya lebih terasa. Bagaimana cara pembuatannya?

Untuk membuat ramuan tradisional yang satu ini, buatlah segelas teh pahit. Jangan tambahkan gula, madu, atau pemanis lainnya.

Kemudian tambahkan perasan jeruk nipis secukupnya. Selesai, ramuan siap diminum. Disarankan supaya kamu mengonsumsi ramuan ini secara rutin jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.

8Penyakit Akibat Perut Buncit

dedaunan.com

Kematian dini. Fakta ini harus menjadi perhatian bersama. Centers for Disease Control (CDC) menyebutkan bahwa sekitar 300.000 kematian per tahun di AS diperkirakan terjadi karena disebabkan oleh obesitas.

Orang yang menderita obesitas memiliki resiko kematian dini 50-100% dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal.

Jantung. Orang yang obesitas memang memiliki resiko sangat tinggi terhadap serangan jantung, kematian mendadak, gagal jantung, ataupun nyeri dada.

Begitu pula kenyataan bahwa obesitas sangat erat kaitannya dengan kadar trigliserida, penurunan kolesterol baik, dan juga tekanan darah tinggi.

Diabetes tipe 2. Data menunjukkan bahwa lebih dari 80% penderita diabetes mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Adanya kenaikan berat badan sebanyak 5-10 kg dari berat badan sehat akan meningkatkan resiko terkena diabetes tipe 2 sebesar dua kali lipat dibandingkan orang yang normal.

Stroke. Obesitas juga kerap dianggap sebagai faktor resiko sekunder penyakit stroke. Penyempitan pembuluh darah merupakan kondisi yang mengawali banyak kasus stroke.

Penyempitan pembuluh darah tersebut dipicu oleh tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kurang berolahraga dimana hal tersebut sangat erat kaitannya dengan obesitas.

Kanker. Obesitas juga dikaitkan dengan adanya peningkatan resiko beberapa jenis kanker seperti kanker usus besar, kanker empedu, kanker prostat, kanker ginjal, dan juga kanker payudara pasca-menopause.

Dan jika wanita yang mengalami kenaikan berat tubuh lebih dari 10 kg dari usia 18 tahun sampai paruh baya,

kamu harus berhati-hati karena keadaan tersebut akan meningkatkan resiko kanker payudara pasca-menopause dua kali lipat dibandingkan wanita dengan berat badan stabil.

Bagaimana kamu dapat melakukan pencegahan? Sebelum kamu mengalami obesitas yang sangat tinggi resiko penyakitnya, alangkah baiknya mencegahnya sebelum terlambat.

Oleh sebab itu, patut diperhatikan langkah-langkah berikut untuk mencegah terjadinya penimbunan lemak berlebih di perutmu yang berpotensi menimbulkan perut buncit:

Melakukan olahraga kardio selama 30 menit sampai satu jam selama 4-5 kali dalam seminggunya.

Aturlah pola makan. Jangan terlalu berlebihan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dan berkalori tinggi untuk mencegah adanya timbunan lemak baru. Memperbanyak makan sayuran dan buah lebih dianjurkan.

Rajin melakukan angkat beban karena dengan berlatih beban akan membuat massa otot meningkat yang berdampak pada lemak di tubuh banyak yang terbakar.

Lemak di perut memang sangat menganggu fisik maupun batin karena bukan hanya merusak penampilanmu namun juga memicu banyak penyakit berbahaya.

Oleh sebab itu, untuk meminimalisir adanya penumpukan lemak di perutmu dianjurkan untuk melakukan pencegahan dengan tips-tips di atas.

Berolahraga dan mengatur pola makan sehat harus menjadi prioritas. Tubuh yang sehat merupakan kebanggaan dan kebahagian yang sangat mahal harganya.

9Hati-hati, Jangan Sampai Obesitas

jateng-tribunnews.com

Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menghadirkan risiko bagi kesehatan.

Ukuran populasi mentah obesitas adalah indeks massa tubuh (BMI), berat badan seseorang (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badannya (dalam meter).

Seseorang dengan BMI 30 atau lebih umumnya dianggap termasuk obesitas. Seseorang dengan BMI sama dengan atau lebih dari 25 dianggap kelebihan berat badan.

Kegemukan dan obesitas merupakan faktor risiko utama untuk sejumlah penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit jantung dan kanker.

Setelah dianggap hanya menjadi masalah di negara-negara berpenghasilan tinggi, kelebihan berat badan dan obesitas sekarang secara dramatis meningkat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, khususnya di perkotaan.

Menurut angka dari organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2005 sekitar 1,6 miliar orang dewasa (usia 15+) tergolong kelebihan berat badan dan paling sedikit 400 juta orang dewasa yang obesitas.

WHO memproyeksikan bahwa pada tahun 2015, sekitar 2,3 miliar orang dewasa akan kelebihan berat badan.

Juga lebih dari 700 juta akan obesitas dan setidaknya 20 juta anak di bawah usia 5 tahun kelebihan berat badan secara global pada tahun 2005.

Penyebab mendasar dari obesitas dan kelebihan berat badan adalah ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi di satu sisi, dan kalori yang dikeluarkan di sisi lain.

Peningkatan global dalam kelebihan berat badan dan obesitas yang disebabkan sejumlah faktor termasuk pergeseran global dalam diet (pola makan dan bahan makanan) terhadap peningkatan asupan makanan padat energi yang tinggi lemak dan gula namun rendah vitamin, mineral dan mikronutrien lain.

Hal ini juga disebabkan kecenderungan aktivitas fisik yang menurun karena pekerjaan yang sifatnya semakin menetap (dominan duduk di depan layar komputer atau mesin),

perubahan moda transportasi, dan meningkatnya urbanisasi. Kurangnya minat dan waktu berolahraga juga termasuk pencetus utama obesitas.

Kegemukan dan obesitas menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius. Risiko meningkat secara progresif seiring dengan BMI yang meningkat. Meningkatnya indeks massa tubuh merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kronis seperti:

Penyakit kardiovaskular (terutama penyakit jantung dan stroke) dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, menewaskan 17 juta orang setiap tahun.

Diabetes, yang telah dengan cepat menjadi epidemi global. WHO memproyeksikan bahwa kematian akibat diabetes akan meningkat lebih dari 50% di seluruh dunia dalam 10 tahun ke depan.

Dalam sebuah studi baru itu membuktikan bahwa persentase orang dewasa kelebihan berat badan dan obesitas di Amerika Serikat telah meningkat selama dua dekade terakhir.

Hal tersebut mengganggu upaya untuk mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Juga obesitas meningkat dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih rendah memiliki tekanan darah dan kadar gula darah optimal.

Studi lain menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang wajar dan terkontro dapat memperbaiki kerusakan jantung struktural pada pasien obesitas.

Para peneliti menganalisis data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) periode 1988-2006, yang mewakili 8.264 pria dan wanita dewasa, berusia 20-85 tahun.

Dipilihlah semua responden yang memiliki faktor risiko dengan profil lengkap atas tekanan darah mereka, gula puasa, low density lipoprotein (LDL atau kolesterol “buruk”) dan status merokok.

Alhasil, para peneliti telah menemukan bahwa selama periode ini, rata-rata indeks massa tubuh (BMI) meningkat 26,5-28,8 kg/m2, perubahan yang signifikan.

Pada periode yang sama, jumlah orang dengan tekanan darah yang optimal menurun dari 48 persen di NHANES III, 1988-1994, menjadi 43 persen pada NHANES tahun 2005-2006,

dan jumlah orang dengan glukosa puasa optimal menurun dari 67 persen menjadi 58 persen. Kedua tekanan darah dan glukosa darah terkait erat dengan obesitas dan ini tren yang merugikan melacak dengan perubahan berat badan.

Studi lain didanai oleh Donald W. Reynolds Yayasan (Las Vegas, Nevada) menunjukkan hubungan yang lebih kuat dari WHR (rasio pinggang-pinggul) dengan aterosklerosis subklinis dibandingkan dengan BMI atau WC (lingkar pinggang) berukuran besar.

Maka semakin besar lingkar pinggang seseorang (perut buncit), semakin besar pula risiko penyakit jantung pada orang tersebut.

Dalam analisis yang disesuaikan untuk faktor risiko kardiovaskular, WHR tetap independen terkait dengan aterosklerosis. Pinggang-pinggul rasio menunjukkan diskriminasi yang lebih baik dari aterosklerosis daripada baik BMI atau WC.

Temuan ini mendukung penggunaan WC dan WHR lebih dari BMI sebagai ukuran klinis obesitas dan menunjukkan bahwa beban peningkatan aterosklerosis dapat menjelaskan sebagian risiko kardiovaskular lebih mengancam orang-orang dengan obesitas.

Obesitas merupakan faktor risiko yang sangat besar untuk penyakit Alzheimer, sebagaimana dikatakan oleh para ilmuwan berikut.

Orang-orang yang mengalami obesitas, 60 dua kali lebih mungkin untuk mengalami demensia pada saat mereka berusia 75 tahun.

Jika kita tidak hati-hati, mungkin akan ada 2 milyar atau 2.5 milyar orang yang memiliki demensia dalam jangka waktu 50 tahun. ini adalah kesempatan nyata untuk mengurangi angka itu.

Sebagai solusinya, ia juga menegaskan bahwa penelitian telah menunjukkan olahraga teratur dan diet yang sehat secara substansial dapat mengurangi risikonya.

10Perut Sixpack Rasulullah

hellosehat.com

Memiliki perut yang rata dan berotot mungkin jadi impian banyak orang di zaman sekarang ini. Pola hidup & pola makan yang kurang baik,

ditambah makanan yang sudah banyak mengandung zat kimia berbahaya membuat cukup banyak pria yang memiliki perut buncit di era millenium.

Namun, tahukah kamu bahwa perut sixpack itu sunnah Rasulullah SAW? Mungkin Kita sering melihat orang yang berjenggot karena alasan mengikuti sunnah Nabi, atau matanya memakai celak dengan niat yang sama.

Tapi mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa hingga akhir hayatnya Rasulullah SAW mempunyai bentuk badan yang atletis, perut yang sixpack, badan yang berotot serta bertenaga.

Hal tersebut berdasarkan hadits dari yang diriwayatkan oleh Al-Hasan, dari Hindi, ia berkata, “Rasulullah itu berdada lebar. Antara perut dan dada berukuran sama.” (HR. Ath-Thabarani dan Az-Zabidi)

Dan hadits dari Ummu Hani, ia menuturkan, “Saya tidak melihat bentuk perut Rasulullah kecuali saya ingat lipatan kertas-kertas yang digulung antara satu dengan yang lain.” (HR. Ath-Thabarani) dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun”

Dalam sebuah kisah, Ummar bin Khattab radhiallahu’anhu juga pernah menegur seseorang sahabat karena perutnya yang buncit.

Generasi terbaik adalah generasi di zamanku, kemudian masa setelahnya, kemudian generasi setelahnya. Sesungguhnya pada masa yang akan datang ada kaum yang suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya,

mereka bersaksi sebelum diminta kesaksiaannya, bernazar tapi tidak melaksanakannya, dan nampak pada mereka kegemukan”. (HR. Bukhari 2651 dan Muslim 6638)

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik umatku adalah masyarakat yang aku di utus di tengah mereka (para sahabat), kemudian generasi setelahnya. Kemudian datang kaum yang suka menggemukkan badan, mereka bersaksi sebelum diminta bersaksi.” (HR. Muslim 6636 dan Ahmad 7322)

Keterangan al-Qurthubi (w. 671 H) Ketika menyebutkan hadis di atas, beliau mengatakan, Hadits ini adalah celaan bagi orang gemuk.

Karena gemuk yang bukan bawaan penyebabnya banyak makan, minum, santai, foya-foya, selalu tenang, dan terlalu mengikuti hawa nafsu.

Ia adalah hamba bagi dirinya sendiri dan bukan hamda bagi Tuhannya, orang yang hidupnya seperti ini pasti akan terjerumus kepada yang haram. Baca juga: Bentuk Fisik Nabi Muhammad SAW.

Nah, untuk Anda yang saat ini sedang berusaha menghilangkan timbunan lemak di perut, semoga tulisan ini menjadi inspirasi.

Selain untuk memperbaiki penampilan & mencegah banyak penyakit berat karena perut buncit, sebaiknya diniatkan juga untuk mengikuti sunnah Nabi SAW, agar selain sehat, kamu juga mendapatkan pahala karena perut sixpack itu sunnah Rasulullah SAW.

So, yuk kita coba terapkan pola hidup sehat dan sebaiknya cegah perut buncit dengan segala upaya baik agar bisa meneladani bagaimana struktur tubuh yang Rasulullah miliki.

Bukan tidak baik, tetapi dianjurkan agar perut tidak buncit dan tubuh tidak menjadi obesitas/kegemukan karena pola makan atau kita tidak rutin berolah raga. Olah raga menjadi hal yang penting dalam segala macam kondisi.