Pernahkah kamu membaca sebuah buku yang berjudul The Reconstruction of Religious Thought in Islam atau dalam terjemahan Indonesia berjudul Rekonstruksi Pemikiran Agama dalam Islam?

Buku yang pertama kali diterbitkan di London pada tahun 1934 itu adalah karya luar biasa dari seorang filsuf Islam cerdas dan berpikiran modern bernama Muhammad Iqbal, atau biasa disapa M. Iqbal.

Bagi para penggemar karya filsafat, apalagi yang berhubungan dengan filsafat agama Islam, maka tentunya sosok Iqbal sudah tak asing lagi, apalagi judul buku di atas.

Namun bagi yang belum pernah tau, sebaiknya membaca sedikit tentang salah satu tokoh pemikir Islam yang membantu mencerdaskan umat di masanya, dan sampai masa sekarang lewat karya-karyanya ini.

Iqbal lahir di wilayah bernama Sialkot, Punjab, dan sekarang daerah tersebut berada di wilayah Pakistan pada tanggal 9 November 1877.

Iqbal memiliki garis keturunan dari Kasymir, dan pada masa dahulu sebelum banyak penduduk Kasymir yang memeluk Islam, wilayah itu memang banyak yang memeluk agama Hindu.

Dan jika ditarik garis keturunan, Iqbal adalah keturunan dari pemeluk Hindu yang berkasta Brahmana.

Buah pemikiran M. Iqbal banyak dipengaruhi oleh aliran sufi, namun dia selalu mengolah filsafat agama yang disampaikannya dengan gaya berpikir yang modern.

Iqbal menikah sebelum dia masuk kuliah, nama istrinya itu adalah Karim Bibi. Setelah menikah kemudian Iqbal beserta istri pindah ke Lahore, dan Iqbal mengenyam dunia pendidikan kuliah di sana.

Pernikahannya dengan Karim Bibi membuahkan tiga orang anak, namun yang dua meninggal dan hanya satu yang hidup, yaitu Aftab Iqbal. Kemudian setelah dewasa Aftab mengikuti jejak ayahnya di dunia filsafat Islam.

Sejak kecil memang keluarga Iqbal telah menanamkan pendidikan yang kuat tentang Agama kepadanya, dan di saat kuliah maupun telah dewasa dia mengenyam ilmu filsafat lebih dalam kepada beberapa ahl filsafat.

Selain terkenal sebagai seorang filsuf, Iqbal juga terkenal sebagai seorang penyair Islam.