Para sastrawan sangat berperan dalam menumbuhkan perasaan cinta tanah air dan mengobarkan semangat perjuangan, baik di awal munculnya nasionalisme Indonesia maupun di masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Peran kesusastraan bagi kehidupan masyarakat Indonesia dalam rentang sejarahnya yang panjang harus ditempatkan pada posisi kunci, penting, dan menentukan.

Banyak sekali tokoh sastrawan yang telah berkontribusi besar pada Indonesia namun, beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut:

1HAMKA

liputanislam.com

Siapa yang tak kenal Hamka? Tokoh yang fenomenal tidak hanya pada lapangan kesusastraan, tapi juga lapangan keagamaan, kenegaraan, sosial, politik, dan budaya.

Sastrawan kelahiran Maninjau Sumatera Barat, 16 Februari 1908 ini telah melahirkan karya berupa buku-buku dengan tulisan segar, populer, enak dinikmati, kontekstual, dan mampu mempengaruhi banyak orang.

2Sutan Takdir Alisjahbana

en.wikipedia.org

Sutan Takdir Alisjahbana (STA) dalam sejarah kebudayaan Indonesia, kerap ditempatkan dalam perbincangan tentang polemik kebudayaan.

Bermula dari esai STA yang menuai kritikan luas, hingga timbul perdebatan pemikiran tentang kebudayaan Indonesia dan bagaimana bangsa indonesia menyikapi kebudayaan masa lalu dalam berhadapan dengan kebudayaan baru (Barat).

Perdebatan panjang tersebut pada akhirnya memunculkan pengaruh luas. Bahkan sampai sekarang warisan pemikirannya masih dapat ditemukan dalam bidang pendidikan, kesusastraan, bahasa, dan kebudayaan Indonesia secara keseluruhan.

3Marah Rusli

melviyendra.com

Marah Rusli menghasilkan karya yang memberi pengaruh luas, tidak hanya bagi perkembangan tematik novel-novel Balai Pustaka sebelum perang, tetapi juga bagi kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia, jauh melampaui zamannya.

Sitti Nurbaya, misalnya. semua kritikus dan pengamat sastra Indonesia menempatkan novel tersebut sebagai penanda tonggak sejarah perjalanan novel Indonesia.

4Mochtar Lubis

konfrontasi.com

Ialah tokoh sastra yang melewati sebagian besar hidupnya di pusaran gejala sosial, politik, dan budaya. Pada pusaran itu ia berdiri tegak dan kokoh dengan prinsip-prinsip yang diyakini dan diperjuangkannya.

Karya yang membuat namanya dikenal di mata internasional sebagai sastrawan yang dipenjara oleh rezim otoriter ialah Twilight in Jakarta. Novel ini terbit di London pada tahun 1963 ketika ia sedang ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun, Jawa Timur.

5Chairil Anwar

en.wikipedia.org

Rasanya mustahil membicarakan jati diri puisi indonesia tanpa menyebutkan nama Chairil Anwar. Posisi Chairil Anwar sebagai penyakir-patriotik tidak bisa diabaikan karena sajak-sajaknya yang memberi kesaksian atas zaman yang sedang bergolak.

Beberapa di antara karya-karya tersebut yaitu Aku, Prajurit Jaga Malam, Krawang-Bekasi, 1943, Diponegoro. Karya yang lahir dari tangannya ini mampu menghadirkan suasana dan emosi yang kuat pada saat sajak itu ditulis.

6Pramoedya Ananta Toer

flickr.com

Pramoedya lah sastrawan Indonesia yang nama dan karyanya paling terkenal dan beredar luas di mancanegara dan mendapat beragam anugerah sastra dari negeri yang berbeda-beda. Tetralogi Pulau Buru adalah karyanya yang banyak dikenal oleh masyarakat luas.

PAT lahir di Blora, 6 Februari 1925 dan sempat bersekolah di Sekolah Kejuruan Radio, di Surabaya namun tidak selesai karena pendudukan Jepang pada tahun 1942.

7Taufiq Ismail

e-basindo.blogspot.com

Taufiq Ismail merupakan salah seorang penyair Indonesia yang secara teknis sangat terampil dan staminanya luar biasa. Ia bisa menulis puisi dalam gaya apa saja, juga dengan tema apa saja.

Sedikit sekali penyair Indonesia yang mampu menggarap beragam tema seperti halnya Taufiq Ismail, apalagi jika dilakukan pada kurun waktu yang bersamaan.

8Sapardi Djoko Damono

idwriters.com

Sajak-sajak Sapardi sering disebut pengamat sebagai sajak suasana. Dalam sajak tersebut nampak sekali bahwa setiap kata harus diperhitungkan sedemikian rupa sehingga dapat membangkitkan suasana imajis.

Sapardi juga merupakan seorang akademisi (guru besar) yang sudah banyak menghasilkan makalah-makalah ilmiah, riset-riset yang berkaitan dengan sosiologi dan humaniora, esai-esai sastra dan budaya, serta sejumlah terjemahan dari khazanah sastra dunia.