Di kancah dunia, keragaman budaya yang dimiliki Indonesia sudah tak asing lagi. Ribuan pulau dengan masing-masing daerah di dalamnya yang memiliki beragam bahasa dan adat istiadat, tak lantas membuat Indonesia terpecah belah.

Kenapa? Karena masyarakatnya sangat menjunjung tinggi toleransi. Nah, sikap toleransi tersebut, salah satunya dibangun dengan tradisi khas masayarakat di masing-masing daerah. Tradisi yang dilakukan ini biasanya memang sudah turun-temurun.

Biasanya, pelaksanaan tradisi yang masih kuat berada di daerah pedesaan. Ada juga daerah kota yang melaksanakan kegiatan tradisi, namun masyarakat kota melakukannya lebih kepada untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus sarana hiburan bagi masyarakat.

Jika di daerah pedesaan, masyarakatnya masih menganut keyakinan terhadap berlangsungnya tradisi tersebut. Misalnya, jika melakukan ini dan itu pada waktu tertentu, maka hasil panen kaan melimpah.

Kalau kamu mengaku orang Indonesia, yuk kenali lebih dekat apa saja tradisi unik dan seru yang ada di Indonesia.

1Bakar Batu

siloka.com

Pada gambar tersebut, masyarakat Papua tengah menunjukkan bagaimana memilih batu-batu yang bisa digunakan untuk barapen. Apa itu Barapen?

Barapen artinya bakar batu..Pesta Bakar Batu merupakan ritual tradisional masyarakat Papua yang yang dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas berkat melimpah. Pesta bakar batu juga dilakukan jika ada pernikahan dan penyambutan tamu agung.

Pada upacara kematian, bakar batu juga dilakukan sebagai ungkapan berkabung. Upacara Barapen ini menjadi sarana yang membuktikan adanya perdamaian antar masyarakat setelah terjadi perang suku.

Betul, kan? Pelaksanaan sebuah tradisi memang identik dengan sifat rukun khas masyarakat Indonesia.

2Tawur Nasi

harukamizuto.wordpress.com

Eits, ini bukan acara tawuran seperti para pelajar sekolah menengah ya. Bukan juga acara tawuran yang membahayakan dengan cara saling hantam, saling lempar batu, kayu, bahkan senjata tajam.

Tawuran versi ini yaitu dengan menggunakan nasi. Tidak kalah brutal dengan tawuran menggunakan senjata tajam. Nah lho!

Jangan salah sangka. Tawuran jenis ini justru bergembira, bukan menyerang dengan kebencian dan dendam.

Senjatanya juga berupa nasi. Kalau dipikir-pikir memang sayang juga senjatanya berupa nasi. Mengingat harga beras mahal dan para petani yang sudah bersusah payah menanam padi. Tapi nyatanya seluruh warga melakukan dengan gembira!

Ternyata, nasi-nasi yang sudah digunakan untuk saling melempar tersebut akan dikumpulkan untuk pakan ternak. Hmm… kalau begitu nasinya tetap bermanfaat ya.

Masyarakat Desa Palemsari, Rembang, Jawa Tengah yang rutin mengadakan tradisi tawuran setahun sekali ini percaya bahwa hasil ternak yang diberi pakan hasil tawuran ini akan gemuk, subur, melimpah seperti panen mereka.

3Kerik Gigi Mentawai

jelajahnusantarad.info

Jika di Bali kamu mengenal upacara potong Gigi, maka masyarakat adat Mentawai, Sumatera Barat, juga punya tradisi yang sama yaitu berkaitan dengan gigi. Tradisi apakah itu? Kerik gigi!

Kerik gigi dipercaya mampu menambah aura kecantikan seorang wanita yang disimbolkan juga bahwa wanita tersebut sudah dewasa. Wanita yang giginya runcing akan lebih digilai pria-pria di sekitarnya. Wah!

Masayarakat Mentawai memiliki kepercayaan total bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan keinginan jiwa harus sejalan dengan bentuk tubuh, maka kerik gigi pun dipercaya mampu memodifikasi tubuh agar sejalan dan bisa berdamai dengan jiwa.

Keyakinan yang sama juga diwujudkan oleh kaum laki-laki Suku Mentawai. Jika ara wanitaya mengerik gigi menjadi runcing, maka para pria menato tubuh mereka dengan tato tradisional.

Adapun cara meruncingkan gigi, yaitu dengan dikerik menggunakan alat dari besi yang sudah diasah sampai runcing. Proses meruncingkan gigi ini sangat menyakitkan dan tanpa menggunakan anastesi sama sekali. Maka proses meruncingkan seluruh gigi cukup lama.

4Balimau Kasai

describeindonesia.com

Rasa syukur memasuki bulan ramadhan diekspresikan oleh warga Kabupaten Kampar, Riau dengan cara mandi beramai-ramai di sungai Kampar menggunakan limau atau campuran jeruk, dan keramas menggunakan kasai

Ritual besar-besaran ini diikuti seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemuka adat, pemuka agama, pejabat pemerintah, sampai maysarakat umum.

Masyarakat Kampar percaya bahwa pengharum rambut yang digunakan untuk keramas itu dapat mengusir segala macam rasa dengki yang mendiami pikiran. Oh ya, sebelum menceburkan diri ke sungai, ada acara santap bersama terlebih dahulu yang disebut Makan Majamba.

5Debus

travel.kompas.com

Atraksi debus ini cukup mengerikan. Atraksi ini berasal dari Provinsi Banten. Orang-orang yang melakukan debus, akan memperlihatkan kemampuan super seperti menyayat atau mengoleskan api pada kulit sendiri, berguling di atas serpihan beling, menginjak paku atau bara api menyala.

Ada juga yang sampai menyiram tubuh dengan air keras. Pada saat yang sama, mereka sama sekali tidak terluka atau merasakan sakit. Seolah-olah ada kekuatan seperti superman atau batman dalam diri mereka. Praktisi debus ini terdiri dari orang-orang dewasa, remaja dan anak-anak.

6Adu Betis

kabarkami.com

Sama seperti tradisi tawur nasi, tradisi yang satu ini juga diselenggarakan untuk mengungkapkan rasa syukur setelah memanen padi. Acara ini pun tak kalah brutal dengan tawur nasi.

Masyarakat Dusun Paroto, Desa Samaelo, Barebbo, Bone, Sulawesi Selatan, ini saling mengadu kekuatan betis lewat permainan Malanca. Tradisi turun-temurun ini diikuti oleh sejumlah pemuda kampung dan disaksikan oleh ratusan warga lainnya.

Setelah aba-aba, peserta akan saling menendang betis lawan, mengadu siapa yang paling kuat bertahan. Tentu rasanya sakit, bahkan sampai keseleo karena kekuatan tendangan lawan, namun kegiatan ini tetap dilakukan dengan rasa senang, tanpa dendam.

7Potong Jari

saraswatiutami.blogspot.com

Suku Dani memiliki tradisi unik tapi sekaligus mengerikan juga. Namanya Potong Jari. Tradisi ini memang dilakukan dengan memotong jari tangan seseorang yang anggota keluarganya meninggal.

Inilah simbol rasa berkabung masyarakat Suku Dani untuk mengungkapkan kesedihan karena ditinggalkan oleh anggota keluarga.

Filosofinya yaitu jari yang diartikan sebagai simbol kerukunan, kebersatuan, dan kekuatan dalam diri manusia maupun sebuah keluarga. Apabila kehilangan satu ruasnya saja, maka tangan tidak berfungsi optimal lagi.

Pada zaman sekarang, tradisi ini sudah mulai ditinggalkan, tapi kamu masih bisa menjumpai sesepuh Suku Dani yang jemarinya sudah tidak utuh lagi karena dulu mereka sudah melakukan potong jari.

8Upacara Rambu Solo Toraja

klikhotel.com

Pesta kematian dari Tana Toraja diungkapkan melalui upacara rambu solo. Tujuan diadakannya upacara ini yaitu untuk mengantarkan arwah kerabat yang sudah meninggal menuju alam roh agar kembali pada leluhur mereka.

Bagi masyarakat Toraja, kematian yang sempurna yaitu apabila jenazahnya sudah melewati upacara ini untuk mengantarkannya menuju alam roh. Apabila jenazah tersebut belum melalui prosesi ini, maka ia masih diberi pakaian, makan, dan diajak bicara.

Tahapan upacara adat ini cukup rumit dan diselenggarakan sampai berhari-hari. Keluarga yang mengadakan upacara wajib menyediakan puluhan eskor kerbau dan babi untuk dikurbankan,

Oh ya, kerbau yang disembeli juga bukan sembarang kerbau. Kerbau tersebut haruslah kerbau jenis Tedong Bonga yang harganya berkisar antara 10–50 juta per ekornya.

Pantas saja upacara Rambu Solo ini adalah salah satu upacara pemakaman termahal. Jelas saja, keluarga yang anggotanya meninggal dan menyelenggarakan upacara rambu solo ini harus menyediakan puluhan hewan yang per-hewan harganya puluhan juta. Berapa total biayanya?

Oleh karena itu, keluarga yang ingin mengadakan upacara Rambu Solo harus menngumpulkan uang sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Butuh ratusan juta bahkan sampai milyaran!

9Upacara Yadnya Kasada

jelajahnesia.com

Upacara ini sudah banyak dikenal masyarakat luas. Bahkan sudah banyak juga buku-buku yang bercerita atau mengambil setting Upacara Yadnya Kasada sebagai ciri khas dan daya pikat tulisannya.

Jelas dong. Tradisi ini memang unik sekali. Upacara yang dilakukan di Gunung Boromo ini digelar setiap bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger.

Masyarakat Tengger memang memegang teguh adat Hindu lama dan mengadakan upacara ini untuk mempersembahkan sesajen pada Sang Hyang Widhi.

Upacara Kasada ini tak bisa dilepaskan dari sajian kisah Rara Anteng dan Jaka Seger. Kisah inilah yang dipercaya menjadi cikal bakal lahir dan berdiamnya penduduk Tengger di kawasan ini.

Ritual kasada juga bertujuan untuk menghormati putra bungsu Rara Anteng dan Jaka Seger yang mengorbankan diri untuk meredakan amarah Sang Hyang Widhi. Kamu masih ingat kisah Rara Anteng dan Jaka Seger?

10Tapa Bisu Mubeng Beteng

koranyogya.com

Tradisi yang satu ini berada di Yogyakarta. Namanya tradisi Tapa Bisu Mubeng Beteng. Biasanya diselenggarakan setiap malam satu suro atau malam tahun baru dalam kalender Jawa.

Seperti namanya, tapa bisu mubeng beteng yang artinya diam membiasu mengelilingi beteng (benteng). Pada tradisi ini biasanya para abdi dalem keraton beserta ribuan warga Yogyakarta berjalan kaki melakukan kirab atau arak-arakan mengitari benteng keraton yang dilakukan tanpa bicara atau mengeluarkan suara sedikit pun alias bisu.

Makna dari dilakukannya tradisi ini yaitu sebagai sikap mawas diri atas segala perbuatan yang dilakukan selama satu tahun dan mengharapkan kesejahteraan serta keselamatan pada tahun berikutnya. Ingat, harus dilakukan sambil diam tanpa suara lho ya.