Memang sudah lama sekali, namun sampai sekarang ternyata masih banyak saja yang meributkan tentang budaya Indonesia yang tergerus oleh budaya kearab-araban dari beberapa umat Muslim Indonesia.

Ujung-ujungnya ada saling menyalahkan, menghina, bahkan mengatai fanatik dan sebagainya. Padahal dengan hal seperti itu justru musuh-musuh Islam senang melihat umat Islam terpecah belah dengan sendirinya.

Sadar atau tak sadar, kita tengah diadu domba oleh yang namanya perang pemikiran atau ghawzul fikr, dimana mereka yang tak senang Islam tegak di muka bumi akan berusaha menggoyangkannya hingga jatuh dengan teknik adu domba tersebut.

Lalu sebenarnya ada apa di balik isu budaya kearab-araban tersebut dan kenapa bisa disebut bahwa ini adalah isu pemecah belah?

Budaya Arab Disalahkan Seolah Memecah Persatuan Indonesia, Padahal…

muslimoderat com
muslimoderat.com

Mungkin memang juga ada beberapa orang yang ekstrim dalam menerapkan apa yang menjadi pendapatnya, sehingga seolah dia seorang fanatik dan tak mau toleransi pada orang lain.

Padahal tak semua orang bisa menerima perubahan yang cepat dan harus melalui pengenalan dulu yang bertahap, sehingga pendapatnya bisa diterima, dan kalaupun ditolak orang tak akan menilainya dengan pandangan yang buruk.

Dalam beragama memang seseorang harus berada pada kadarnya, tak boleh kurang pun tak boleh berlebihan atau fanatik tersebut.

Namun bukan budaya Arab jika memanjangkan jenggot, karena itu sunnah Rasul dan ada hadits shahihnya, apalagi jika mengatakan bahwa berjilbab bagi muslimah itu budaya Arab, karena itu kewajiban yang dimutlakkan oleh Allah SWT.

Sadar tidak sih kalau ada yang mengatakan sesuatu yang sesuai sunnah Rasul dan wajib perintah Allah itu adalah budaya Arab yang dapat menggerus cinta Tanah Air justru merupakan usaha pihak-pihak asing untuk memisahkan seorang Muslim dari akidahnya?

Waspada ya!

Cara Menyampaikan yang Keliru

debat-72dpi
senyumparainsan.wordpress.com

Mungkin bagi sebagaian orang yang ingin umat Muslim Indonesia lebih menjalankan Islam sesuai syariat lupa bahwa tak semua orang siap dengan perubahan yang cepat sehingga butuh waktu perlahan dalam budaya saling mengingatkan.

Ada yang kemudian langsung mengintimidasi mereka yang tak mau berjilbab dan mengingatkannya dengan cara yang menyakitkan hati, atau menganggap mereka yang tak mengikut organisasinya adalah orang yang tidak baik.

Hmm, hal ini kemudian yang membuat orang-orang awam menolak keras hal tersebut bahkan celakanya menganggap semua yang berpenampilan mirip demikian itu sama saja semuanya. Padahal tidak!

Cara menyampaikan yang keliru akhirnya berdampak buruk juga, sehingga orang-orang yang sejatinya bisa diajak bicara baik-baik malah justru menghindar jauh-jauh.

Percaya lah, jika kita memberikan pengertian maksud kita dengan baik, orang tersebut menerima atau tidak menerima dia tetap akan baik dan segan kepada kita karena kebaikan cara kita dalam menyampaikannya pula.