Dahulu kala, di masa Rasulullah masih hidup, ada seorang wanita yang tak hanya cantik jelita parasnya, namun juga sangat santun akhlaknya.

Selain itu, dia juga merupakan muslimah yang sangat kuat menjaga harga diri, keimanan dan ketakwaan, serta kesuciannya.

Dengan hampir sempurnanya sosok tersebut, sudah barang tentu banyak lelaki yang jatuh hati padanya, serta ingin menjadikannya pendamping hidup.

Wanita ini bernama Ummu Sulaim.

Dahulu kala, sebelum dirinya mengenal Islam, Ummu Sulaim telah terlebih dahulu menikah dengan seorang pemuda bernama Malik bin Nadhar.

1Ummu Sulaim Memeluk Islam

www.palingyess.com

Suatu hari, Malin bin Nadhar teramat marah lantaran Ummu Sulaim telah mengakui bahwa dia kini seorang muslimah yang menyembah Allah dan mengakui Muhammad sebagai utusanNya.

“Apakah kau telah musyrik?”, bentak Malik karena marah, merasa istrinya telah mendurhakai agama nenek moyang mereka.

Dengan lembut Ummu Sulaim menjawab, “Aku tidak musyrik, justru aku telah beriman sekarang.”.

Terang saja jawaban Ummu sulaim tersebut membuat amarah Malik kian membuncah tinggi.  Apalagi kemudian Malik melihat Ummu Sulaim mengislamkan putra semata wayang mereka, Anas.

Kemudian Malik pergi meninggalkan Ummu Sulaim dan Anas menuju Syam, namun di tengah perjalanan, Malik terbunuh.

Ummu Sulaim kemudian berjanji tak akan menikah lagi sebelum Anas beranjak dewasa.

2Ummu Sulaim dan Anas yang Dititipkan Kepada Rasulullah

duduoel.wordpress.com

Suatu hari, Rasulullah datang. Betapa bahagianya seluruh penduduk kampong dan tak sabar mereka semua ingin memandang secara dekat wajah manusia agung itu.

Dengan keberanian dan kesantunannya, Ummu Sulaim turut mendatangi Rasulullah. Ketika banyak diantara orang lain yang meminta doa dari beliau, Ummu Sulaim justru ingin memberikan sesuatu.

“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku tak memiliki apapun, aku hanya memiliki dia dan aku ingin engkau jadikan dia sebagai pembantumu”, Ummu Sulaim mengantarkan Anas kepada Rasulullah.

Anas bin Malik, yang kita kenal sebagai anak angkat Rasulullah, sekaligus sahabat Rasulullah yang juga banyak meriwayatkan hadits-hadits beliau.

Rasulullah mengangguk dan mengambil Anas sebagai anak angkat beliau. Dididiknya Anas dengan ilmu agama yang baik, sehingga sosoknya menjadi seperti Anas bin Malik yang kita ketahui sampai detik ini.

3Ummu Sulaim dan Mahar Termahal

mediasunnah-sg.blogspot.com

Suatu hari, ketika Ummu Sulaim telah tinggal sendiri karena Anas putranya ikut bersama Rasulullah, datanglah seorang jutawan yang bernama Abu Thalhah.

Abu Thalhah telah lama mendengar tentang sosok Ummu Sulaim yang cantik, santun, rendah hati, dan bertakwa. Dia datang ingin melamar wanita yang telah membuatnya terpikat tersebut.

“Aku tahu bahwa kau tak pantas ditolak karena semua yang kau punyai, wajah, harta, kedudukan dan semuanya. Namun aku tak mau menikah denganmu karena kau bukan orang beriman.”, jawab Ummu Sulaim.

Betapa hancur hati Abu Thalhah. Dia sudah berpikir bahwa pastinya gampang dengan segala yang dimilikinya untuk mendapatkan hati seorang Ummu Sulaim.

“Lalu apa yang harus kulakukan agar kau mau menikah denganku?”, Tanya Abu Thalhah. Rupanya dia sudah benar-benar jatuh hati pada Ummu Sulaim.

“Berimanlah kepada Allah dan RasulNya, maka aku akan menerimamu sebagai suami, itu mahar yang kupinta.”, jawab Ummu Sulaim. Tanpa ragu, Abu Thalhah pun mendatangi Rasulullah dan bersyahadat.

Bagi sebagian besar orang, memandang bahwa mahar Ummu Sulaim biasa saja. Namun ternyata itu adalah mahar termahal karena nilainya sama dengan syurga, mengislamkan orang!

Tak ada guna mahar mahal harga dunia namun sangat tak berharga di akhirat, lebih baik mahar yang tak seberapa dipandang di dunia namun sangat berharga di akhirat kelak.