Pernikahan adalah sebuah momen indah yang tentunya sangat dinanti oleh semua lajang di dunia ini.

Sebuah momen dimana pada akhirnya kita akan melabuhkan hati pada seseorang yang kita cintai.

Pernikahan bukanlah sebuah hubungan yang hanya bisa dijalankan kala suka, dan jika sudah bosan bisa saling memisahkan diri.

Tidak!

Karena ketika seseorang sudah sanggup dan bersedia bersaksi kepada Tuhannya bahwa dia siap menikahi pasangannya, maka dia harus menjaga pernikahan itu sampai maut menjemput kelak.

Itulah mengapa, seseorang yang hendak menikah perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Bukan maksudnya harus sempurna dulu baru bisa menikah.

Namun sambil proses mempersiapkan segala sesuatunya, maka kita harus menyiapkan mental untuk segera menikah, karena umur juga telah semakin memburu.

Nah, bagi kalian calon imam keluarga, kamu harus memahami benar beberapa hal di bawah ini, karena ini biasanya menjadi permintaan calon ibu dari anak-anakmu kelak.

1“Tuhan Menitipkanku Padamu Untuk Kamu Didik dan Jaga, Bukan Kamu Sakiti”

www.harianindo.com

Perempuan itu dikatakan tulang rusuk karena dia sangat dekat dengan hati dan jantung, dia ada untuk diberikan kasih sayang.

Dia bukan tulang punggung yang harus membawa beban berat dalam kehidupan, bukan pula tulang tengkorak yang harus memikirkan semua sendirian.

Jika seorang laki-laki memperlakukannya kasar, dia bisa patah. Itulah tulang rusuk.

Dan saat seorang suami mengambil isterinya dari sang Ayah, maka saat itu pula dia tengah berjanji pada Tuhan bahwa dia siap menanggung dunia dan akhiratnya.

Didiklah isterimu dengan baik, dan jadikan dia sebagai bidadari di dunia maupun akhiratmu kelak.

2“Bukan Harta Melimpah, Namun Waktumu Yang Berharga”

dwipuspita.blogdetik.com

Kelak, saat kamu menjadi seorang suami, kamu mungkin akan berpikir bahwa dengan memenuhi segala kebutuhan isteri dan anak-anakmu kamu bisa dikatakan membahagiakan mereka.

Salah besar kalau kamu berpikiran sempit seperti itu!

Karena banyak sekali rumah tangga di luar sana retak bahkan hancur karena kurangnya komunikasi, walau tak dipungkiri mereka memiliki harta melimpah ruah.

Jadi bagi kamu calon imam keluarga, jangan pernah terlalu sibuk bekerja, karena isteri dan anak-anakmu lebih membutuhkan hadirnya dirimu dan perhatianmu, bukan hartamu.

Bukankah harta dan rezeki sudah dijamin oleh Tuhan? Maka bekerjalah semampumu dan tetaplah menjadi sosok imam yang baik bagi keluarga kecilmu.

3“Izinkan Aku Tetap Berbakti Kepada Kedua Orangtuaku”

ourcosmic.wordpress.com

Walau memang setelah menikah, bakti seorang perempuan adalah kepada suaminya, namun bukan berarti dia tak boleh berbakti lagi kepada kedua orangtuanya.

Ingat, kedua orangtua adalah mereka yang telah mendidik isterimu dari kecil hingga dia akhirnya memilih hidup bersamamu.

Mereka yang telah mengukir jiwa raganya, mengorbankan segalanya demi membesarkan ibu anak-anakmu tersebut.

Jadi apakah kalian para suami masih tega untuk memisahkan hubungannya dengan kedua orangtuanya hanya karena keegoisan agar perhatian isteri lebih fokus padamu? Jangan pernah!

4“Jadilah Teladan Yang Baik Bagi Anak-anak Kita”

cipakidsshop.blogspot.com

Bagi seorang Ibu, tak ada sebuah kemampuan lebih dalam mendidik anak tanpa yang namanya sosok seorang Ayah.

Sosok yang akan mengukir sikap dewasa, bijaksana, kuat, dan tegas seorang anak hanya bisa lahir dari didikan Ayah yang sangat penuh memberikan kasih sayang dan perhatian padanya.

Dan pastinya para Ibu akan meminta kepada suaminya untuk menjadi sosok Ayah tersebut, agar anak-anaknya kelak, terutama anak lelakinya tumbuh menjadi sosok yang jauh lebih baik dari Ayahnya.

Karena memang hakikatnya laki-laki dan perempuan itu saling melengkapi, maka Tuhan pun memasang-masangkan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan yang Dia ridhoi.

5“Jagalah Aku Tetap Dekat Dengan Ibumu”

www.qiahladkiya.com

Banyak kasus perceraian di luar sana berawal dari intervensi orangtua, atau karena tabiat menantu yang buruk terhadap mertuanya.

Biasanya yang sering bermasalah adalah menantu wanita dan Ibu mertua. Sehingga tugas seorang suami adalah menjaga isteri dan ibunya untuk tetap dekat dan baik.

Ibunya adalah yang telah mengurusnya sejak dalam kandungan hingga besar, dan Isterinya adalah wanita yang telah dengan susah payah mendampinginya serta melahirkan anak-anaknya.

Sehingga seorang laki-laki harus mampu menjaga hubungan baik mereka berdua sebagai cara dia memuliakan mereka.

Dan ketika kelima poin itu sudah kalian genggam erat, dan dilakukan, wahai para Calon Imam, segera datangi wali calon Isterimu dan katakan padanya bahwa kamu siap hidup bersama anak gadisnya!