Bagi kamu yang memiliki anak atau adik yang masih berusia anak-anak atau ABG. Dan kebetulan menyukai salah satu acara serial drama TV berjudul Uttaran yang sejak beberapa bulan lalu diputar di salah satu stasiun televisi nasional. Mungkin perlu untuk lebih care mendampingi mereka.

Menurut salah satu sumber mengatakan bahwa serial drama TV yang kini mulai banyak penggemarnya di tanah air sekarang ini, terdapat penanaman moral yang keliru dan salah kaprah pada acara tersebut.

Muncul kekhawatiran, hal ini nantinya akan menanamkan mindset negatif kepada para penggemarnya. Karena mungkin bagi tingkatan orang tua, menontonnnya bisa menjadi bahan penilaian berbagai sudut pandang sosial. Namun lain lagi dengan anak-anak dan ABG.

Berikut ini beberapa gambaran singkat sebagai alasan mengapa Uttaran tidak layak ditonton oleh anak-anak dan ABG, khususnya bila tidak didampingi saat menonton.

1Begitu Mudahnya Tokoh Utama Melepas Masa Depan

efrienikyuu.tumblr.com

Di awal kisah, menceritakan seorang gadis kecil dari kampung bernama Icha menjalani kehidupannya sebagaimana anak-anak pada umumnya. Tokoh ini diceritakan memiliki impian untuk menjadi orang besar. Sampai episode ini, jalan ceritanya memang masih cocok untuk anak-anak.

Namun di tengah hingga akhir cerita, menggambarkan seorang Icha dewasa yang begitu mudah kehilangan impian besarnya. Hanya karena kerumitan kisah cinta segitiganya. Dan impiannya dulu dianggap sekedar angin lalu.

2Ibunya Harus Tunduk Dengan “Permintaan Bodoh”

psikologan.blogspot.com

Icha kecil adalah gadis penurut dan pintar. Setelah dewasa, dia digambarkan menjadi gadis yang alim namun keras kepala. Ibunya yang begitu baik justru sering ditentang dan dibantah. Ayah angkatnya yang bijaksana juga sering tak dianggap dan dibohongi.

Apapun tujuan dan maksud seorang anak, apakah layak bersikap demikian kepada kedua orang tua? Tentu setiap orang tua memiliki harapan terbaik bagi anaknya. Namun dalam serial TV ini, si anak seringkali membuat ancaman akan kabur jika keinginannya tak dituruti.

Sebuah kesalahan terbesar dalam film ini, si tokoh utama menentang kedua orang tuanya yang telah membesarkan dengan susah payah. Dan itu hanya demi cinta kepada seorang pemuda.

3Membunuh Merupakan Cara Terbaik

odishatv.in

Hal ini nampak pada tokoh Tapasya, anak dari bapak angkatnya yang merencanakan pembunuhan untuk Icha. Bagaimana bisa, karena emosi yang berlebihan sehingga menghalalkan segala cara. Walaupun harus menghilangkan nyawa saudara angkatnya.

4Bohong dan Tertutup Merupakan Sikap Baik

soktau.com

Lagi lagi, tokoh Icha kerap kali mengutarakan kebohongan dan menutupi banyak kejadian di hadapan kedua orang tuanya. Padahal kejadian-kejadian tersebut berdampak buruk pada keluarganya.

Padahal, dalam realita kehidupan, seorang anak yang dikatakan baik dan alim harus senantiasa menjadikan kejujuran sebagai yang utama. Serta selalu terbuka atas segala masalah, khususnya kepada orang tua. Apalagi jika masalah itu mengancam keluarganya.