Wahyu Soeparno Putro, WNA yang Mencintai Indonesia Seperti Tanah Kelahirannya Sendiri

Dunia hiburan sepertinya sudah tidak asing dengan sosok lelaki bule berusia 52 tahun ini. Tak hanya supel dengan senyumnya yang selalu tersungging saat menjadi pembawa acara, dia juga bisa menjadi seorang aktor dalam beberapa tayangan sinetron.

Namanya adalah Wahyu Soeparno Putro. Nama jawa yang sangat dia banggakan dan pilih untuk menggantikan nama aslinya yang sebelumnya, Dale Andrew Collins-Smith.

Nama Dale Andrew Collins-Smith adalah nama lahir pria kelahiran Skotlandia 28 Juli 1963 ini. Nama tersebut menunjukkan identitasnya sebagai seorang Warga Negara Asing.

Namun walau lahir di Skotlandia, Wahyu lantas menghabiskan masa kecil sampai besarnya di Negara Kanguru, Australia. Dia menyelesaikan semua pendidikannya sampai jenjang kuliah di Negara tersebut.

Hingga kemudian dia sampai pada suatu masa di mana dia harus hijrah ke Indonesia, Negara asing yang akan dia jadikan tempat perantauan karena urusan pekerjaan. Sekaligus Negara dimana dia ingin menghabiskan seluruh hidupnya kelak.

Wahyu Adaptasi di Indonesia

wahyu-soeparno-putro-002
foto.kapanlagi.com

Cerita kecintaan Wahyu pada Indonesia tak lantas tercipta begitu saja, karena pada awal mula menginjakkan kaki di Negara ini, Wahyu yang kala itu masih bernama Dale Andrew masih belum bisa beradaptasi.

Dia terpaksa pindah ke Indonesia, tepatnya di Kota Yogyakarta, karena pekerjaannya di sebuah perusahaan kerajinan menuntutnya untuk tinggal di Kota tersebut.

Wahyu menumpang tinggal di rumah keluarga Soeparno, seorang Satpam yang memiliki 4 orang anak. Soeparno sudah menganggap Wahyu anaknya sendiri, sehingga membiarkan Wahyu tinggal di rumahnya sampai kapanpun.

Hal yang membuat Wahyu lekas menyukai Indonesia adalah warganya yang ramah, setiap keluar rumah Wahyu selalu mendapat senyuman dari siapapun yang ditemuinya. Hal itu membuat hatinya terasa hangat.

Diam-diam Wahyu mulai menyukai tinggal di Indonesia.

Wahyu Belajar Agama Islam

masjid-wallpaper
www.touristnyasar.com

Namun ada satu hal yang mengganggu Wahyu. Selama dia tinggal di Skotlandia dan besar di Australia, dia tak pernah diganggu dengan suara adzan subuh yang memaksanya bangun pagi hari.

Awalnya Wahyu kesal dengan suara adzan dari masjid di dekat rumah orangtua angkatnya tersebut. Namun justru lama-lama Wahyu malah sering bangun lebih dahulu dari suara adzan.

Penasaran dengan Islam, karena suara adzan subuh yang bisa membuatnya bangun lebih pagi dan lebih disiplin serta rajin, Wahyu kemudian banyak bertanya pada teman-temannya tentang Islam.

Merasa tak puas, Wahyu lantas mendatangi seorang ustadz bernama Sigit dan meminta dibantu belajar agama Islam. Setelah mantap dengan Islam, Wahyu menghadap Bapak angkatnya, menceritakan semuanya.

Soeparno selaku Bapak angkatnya kemudian menyarankan Wahyu masuk Islam, menjadi mualaf, jika dia telah benar-benar yakin dengan Islam.

Dengan dibantu Ustadz Sigit, dan berlokasi di masjid yang sering mengumandangkan adzan subuh favoritnya itu, Wahyu kemudian mengucapkan dua kalimat sahadat. Dan sejak saat itu dia berjanji akan menjadi Muslim yang terus memperbaiki kualitas imannya.

Wahyu Mencintai Indonesia, Namun Belum Bisa Menjadi WNI

kiki widyasari dale andrew
motor.sportku.com

Nama Dale Andrew Collins-Smith kemudian digantinya menjadi Wahyu Soeparno Putro. Awalnya ada nama awalan Muhammad, namun Wahyu masih terlalu takut menyandang nama Muhammad tersebut.

Dia mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia mulia panutan umat Muslim, maka baginya yang masih baru jadi mualaf, dia merasa belum pantas menyandang nama tersbeut.

Kemudian dia memakai nama Wahyu Soeparno Putro, nama Soeparno diambil dari nama Bapak angkatnya. Dan nama tersebut telah sangat nyaman disandangnya sampai detik ini.

Rasa cinta Wahyu tak lantas membuatnya mudah menjadi seorang WNI, karena statusnya masih WNA hingga saat ini. Dia mengatakan harus sabar dan terus berdo’a agar dimudahkan prosesnya menjadi WNI.

Wahyu terlalu mencintai Indonesia karena di Negara ini banyak orang-orang yang dicintainya, anak-anak angkatnya, orangtua angkatnya, saudara-saudara angkatnya, serta sahabat-sahabat yang selalu mendukungnya dalam kebaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here