Salah satu tanda-tanda kiamat adalah menyempitnya waktu di akhir zaman. Tanda ini sudah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW 14 abad yang lalu

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga …. zaman semakin berdekatan (terasa singkat)”. (Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Fitan 13:81-82)

esterirene.wordpress.com
esterirene.wordpress.com

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak akan datang kiamat sehingga waktu semakin berdekatan (semakin singkat), setahun seperti sebulan, sebulan seperti sejum’at, sejum’at seperti sehari, sehari seperti sejam, dan sejam terasa hanya sekejap”. (Musnad Ahmad 2 : 537-538)

Para ulama pun memberikan beberapa keterangan soal bagaimana penjelasan menyempitnya waktu sebagai salah satu tanda akhir zaman itu.

1Sedikitnya Berkah

mynamesadams.wordpress.com

Pertama yang dimaksud dengan menyempitnya waktu ialah sedikitnya barakah pada zaman (kesempatan) itu. Hal ini bisa didapati dalam Ma’alimus sunan dengan catatan pinggir Mukhtashar Sunan Abu Daud oleh Al-Mundziri 6:141-142; Jami’ul Ushul oleh Ibnu Atsir 10: 409; Fathul Bari 13:16).

Ibnu Hajar berkata, “Hal ini (sedikitnya berkah) telah kita jumpai pada masa sebelumnya”. (Fathul Bari 31:16).

Artinya memang waktu masih normal namun waktu yang mengandung keberkahan sangat sedikit sekali. Karena kerusakan sudah terjadi di mana mana.

2Kenikmatan di bawah Al Mahdi

gambartop10.blogspot.com

Datangnya Imam Mahdi yang akan memimpin umat di akhir zaman menjadi salah satu oase. Para ulama berpendapat pada zaman Al-Mahdi dan Isa ‘Alaihissalam yang pada waktu itu manusia merasakan kelezatan hidup, keamanan yang merata, dan keadilan yang menyeluruh.

Karena manusia itu bila hidup dalam kesenangan, mereka merasa hanya sebentar, walaupun sebenarnya waktunya sudah lama.

Dan sebaliknya mereka merasakan penderitaan dan kesengsaraan itu lama sekali walaupun sebenarnya saat penderitaan dan kesengsaraan itu hanya sebentar. (Fathul Bari 13:16)

3Merajalelanya Kefasikan

www.youtube.com

Waktu menjadi terasa sempit karena manusia banyak yang melupakan agama dan merajalelanya kefasikan. Sehingga, sudah tidak ada lagi orang yang menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar karena telah merajalelanya kefasikan dan eksisnya ahli kefasikan.

Hal ini terjadi ketika manusia sudah tidak mau menuntut ilmu tentang Ad-Din (agama) dan ridha dengan kejahilan terhadap Ad-Din itu.

Sebab, keadaan sebagaimana dalam berilmu itu bertingkat-tingkat, tidak sama, sebagaimana firman Allah : “Artinya : Dan di atas semua yang punya ilmu itu ada lagi Yang Maha Mengetahui”. (Yusuf : 76).

Sedang tingkat manusia dalam kejahilan itu setara. Yakni bila semua mereka itu bodoh maka peringkat mereka sama saja.

4Canggihnya Alat Transportasi

bocah.info

Kemajuan itu sudah kita rasakan saat ini. Jika di zaman Nabi SAW jarak tempuh Makkah ke Madinah bisa berhari hari, hari ini cukup ditempuh dalam beberapa jam saja.

Sayid Sabiq berpendapat yang dimaksud sempitnya waktu pada akhir zaman adalah hubungan antar manusia pada zaman itu terasa begitu dekat karena canggihnya alat-alat transportasi, baik lewat darat, udara (maupun laut) yang demikian cepat sehingga jarak yang jauh terasa begitu dekat. (Itihaful Jama’ah 1:497; dan Al-‘Aqaid Al-Islamiyah oleh Sayid Sabiq : 247)