Merantau sering kali diidentikkan dengan penderitaan. Beberapa hal seperti bagaimana caranya bisa makan, tinggal jauh dari orang tua, mengatur uang dengan bijak sampai akhir bulan merupakan hal yang sering muncul di benak para perantau.

Namun pada kenyataannya, menjadi orang rantau tidak selalu terjebak dalam kesedihan dan duka. Rasa kebahagiaan pun dapat dimiliki oleh para perantau. Khususnya bagi mereka yang dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian yang mereka alami di tanah perantauan.

Jadi, untuk kamu yang memiliki niat untuk merantau, tapi masih saja ragu. Cobalah untuk membaca ulasan berikut ini dan jadikan sebagai pedoman dalam mengambil setiap pelajaran selama di perantauan nanti.

1Orang Berilmu Tidak Hanya Diam di Kampung Halaman

blogs.itb.ac.id

Hingga saat ini, sebagian para perantau identik dengan motivasi untuk belajar di tempat rantauannya itu. Kenapa demikian, karena dengan meninggalkan kampung halaman, tidak saja bisa belajar secara formal di sekolah atau kampus saja. Namun kamu juga bisa melihat dunia lebih luas.

Karena pelajaran dan hikmah tidak hanya bisa kamu dapatkan dari buku atau bangku sekolah saja.

2Tinggalkan Negerimu dan Hiduplah di Negeri Orang

sociality22.wordpress.com

Orang yang terbiasa dengan tempat dan budaya baru serta bertemu dengan orang yang berbeda-beda karakter akan terbiasa untuk beradaptasi. Di samping itu, dia juga akan memiliki sudut pandang yang lebih luas dan cara toleransi serta memahami orang lain dengan lebih baik.

3Mengenal Orang Baru dan Memiliki Kawan Baru

majalahembun.com

Seorang perantau terlatih untuk meninggalkan dan ditinggalkan. Mentalnya terbentuk dari aktifitasnya yang sering berpindah tempat. Dia juga selalu percaya bahwa setiap ada yang pergi, juga akan ada yang datang.

Sehingga mereka pun memiliki mental yang lebih kuat dalam menghadapi perpisahan dan menyambut orang baru dalam setiap fase kehidupan mereka.

4Manisnya Hidup Akan Terasa Setelah Lelahnya Berjuang

voaindonesia.com

Bagi orang perantauan, mau tidak mau, merasakan kehidupan yang lebih keras akan mereka rasakan. Hal ini dipengaruhi oleh jauhnya kita dari keluarga dekat sehingga menambah beban psikologi ketika mendapati sebuah masalah.

Namun, perlu kamu yakini bahwa setiap pahit getirnya perjuangan yang dirasakan akan berakhir pada rasa manis di akhir perjalanan.

5Air yang Mengalir Akan Lebih Baik daripada yang Tergenang

ensiklopediaindonesia.com

Bila hidup kita ibaratkan air, maka air yang mengalir lebih baik daripada air yang tergenang. Air tergenang, jika kelamaan akan berubah menjadi keruh dan berbau tak sedap. Demikian halnya dengan kehidupan kita. bila hanya berdiam diri saja. Hidup rasanya sumpek dan suram.