Bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Bagi anak jaman sekarang, sejak kecil pun sudah diperkenalkan dengan bahasa ini. Setelah memasuki sekolah dasar, pelajaran Bahasa Indonesia pun semakin intens kita pelajari.

Nah, kira-kira bagaimana perjalanan sejarah bahasa Indonesia hingga sampai seperti sekarang ini ya? Berikut ulasannya.

1Varian dari Bahasa Melayu

youtube.com

Bahasa Melayu memiliki banyak varian, salah satunya adalah Bahasa Indonesia. Asal usulnya dari bahasa Melayu Riau yang berkembang pada abad ke-19.

Sedangkan bahasa Melayu berasal dari daerah pesisir tenggara Pulau Sumatera yang kemudian menyebar ke sejumlah daerah di Nusantara.

2Menjadi Bahasa Kerajaan Sriwijaya

antoksoesanto.blogspot.com

Pada abad ke-7, Kerajaan Sriwijaya menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa resmi kerajaan. Melalui penguasaan jalur perdagangan saat itu, menjadikan Bahasa Melayu semakin cepat menyebar ke berbagai penjuru daerah.

3Berkembang Bahasa Melayu Klasik di Abad ke-15

britishlibrary.typepad.co.uk

Bahasa Melayu Klasik merupakan perkembangan dari bahasa Melayu versi sebelumnya. Saat itu, Melayu Klasik digunakan dan disebarkan oleh Kesultanan Malaka.

Melayu Klasik pada era berikutnya juga dikenal dengan Melayu Tinggi yang khusus digunakan secara terbatas oleh keluarga kerajaan.

Kemudian pada akhir abad ke-19 Bahasa Melayu terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu bahasa Melayu Pasar yang digunakan kebanyakan orang dan bahasa Melayu Tinggi yang digunakan hanya dalam lingkungan kerajaan saja.

4Digunakan Pemerintah Hindia-Belanda

dododwirosableng.blogspot.com

Pemerintah Hindia Belanda saat itu memilih bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar untuk para pegawai pribumi karena memang telah digunakan secara luas dan sebagian besar para pegawai tidak bisa berbahasa Belanda.

Pada perkembangan berikutnya, sejumlah sarjana Belanda melakukan standarisasi bahasa Melayu. Bahasa yang terstandarisasi inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya bahasa Indonesia dan terpisah dengan bahasa Melayu Riau.

5Menganut Ejaan Ophuijsen

twicsy.com

Perpecahan antar bahasa Melayu kian jelas di awal abad ke-20. Tepatnya pada tahun 1901, wilayah administrasi Hindia Belanda menggunakan ejaan Van Opuijsen.

Sedangkan Persekutuan Tanah Melayu yang dikuasai Inggris menggunakan ejaan Wilkinson secara resmi pada tahun 1904.

Kitab Logat Melayu van Ophuijsen merupakan buku yang dijadikan panduan oleh sekolah-sekolah di Hindia Belanda kala itu. Ejaan inilah yang selanjutnya kita kenal sebagai ejaan lama bahasa Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here