Kamu yang sudah tidak muda lagi, sudah memiliki adik atau bahkan anak dan keponakan, mungkin sekarang timbul rasa gelisah di hatimu. Acara televisi yang makin marak dan tidak mendidik bisa jadi membuat anak-anak di zaman sekarang terseret budaya yang salah.

Kalau zaman dahulu di era tahun ’90-an acara televisi anak masih marak, sekarang ini semakin langka kita temukan.

Justru sinetron-sinetron percintaan atau horor tak mendidik yang ditayangkan di waktu salah, dimana anak-anak sedang asyik bersantai untuk menonton televisi.

Tak bisa dipungkiri bahwa anak-anak memang menyukai gambar, apalagi jika gambar itu hidup dan bergerak. Sehingga pada usia seperti mereka, akan sangat menarik memperhatikan gambar yang dapat bergerak dan berbicara dari televisi.

Nah, bagi kamu yang ingin bernostalgia sekaligus mencari inspirasi tontonan mendidik untuk anak-anak, bisa tengok ulasan beberapa sinetron anak di bawah ini.

1Lorong Waktu

cdn0-a.production.liputan6.static6.com

Serial anak ini berkisah tentang Haji Husin yang diperankan oleh Deddy Mizwar dan Adjie Pangestu sebagai Ustadz Addin (kemudian pada season berikutnya diganti oleh Dicky Chandra). Tokoh utamanya diperankan oleh Jourast Jordy, sebagai Zidan.

Kisahnya berawal dari Ustadz Addin yang merupakan anak angkat Haji Husin, berhasil menemukan sebuah proyek tentang lorong waktu. Lorong waktu ini mampu menembus masa lalu maupun masa depan.

Kemudian Haji Husin mengajak murid kecilnya, si Zidan, untuk ikut bersama Ustadz Addin menjelajah waktu melewati lorong tersebut. Banyak sekali petuah-petuah yang akan kita dapat dari tayangan ini di setiap episodenya.

2Lup

1.bp.blogspot.com

Pemeran dari sinetron ini adalah Reza Mahendra, Zhezhe Shahab, dan Lia Waode. Sinetron ini memiliki jalinan cerita yang menarik dan edukatif. Yaitu bagaimana hanya dengan melihat gambar menggunakan lup ajaib, maka seseorang bisa mengintip ke masa dimana foto itu dibuat.

Menarik bukan?

Dan tentu saja cerita ini digemari oleh penonton anak-anak kala itu. Mereka seakan diajak menjelajah imajinasi, melewati lorong waktu kembali ke masa dimana sebuah momen tercetak dalam foto-foto yang dilihat dengan lup ajaib tersebut.

Sayang sekali, begitu sinetron ini semakin banyak penggemarnya, segmentasi yang harusnya diberikan kepada anak-anak kemudian digeser ke arah remaja.

3Anak Ajaib

3.bp.blogspot.com

Kenal dengan Joshua Suherman? Pelantun lagu “Diobok-obok” itu kini memang telah dewasa dan tak lagi seorang anak kecil. Namun jika kita kembali menengok di tahun 1999, ada satu sinetron yang dibintanginya berjudul Anak Ajaib, yang akan membuat kita bernostalgia.

Joshua saat itu masih berusia sekitar 7 atau 8 tahunan. Aktingnya yang menawan dan polos membuat jalinan cerita dan tokoh yang diperankannya sangat hidup dan menarik para penonton, khususnya segmentasi utama sinetron tersebut, yaitu anak-anak kecil.

Anak Ajaib menceritakan tentang seorang anak kecil yang diperankan oleh Joshua, yang baik, lucu, menggemaskan, dan gemar menolong. Namun dia bukanlah seorang manusia, karena dia adalah sebuah robot yang diciptakan untuk misi kebaikan.

Selain Joshua, sinetron ini juga didukung oleh pemeran-pemeran senior seperti Sandy Nayoan, Meidiana Hutomo, dan Leony.

Pada tahun 1999 itu juga, sinetron ini berhasil membius orang-orang untuk berbondong-bondong membeli kacamata 3D.

Karena mereka ingin melihat gambar dari sinetron ini lebih hidup dan pengaruh jalinan cerita tentang teknologi di dalamnya yang mampu mebius penonton.

Itulah ketiga sinetron anak Indonesia yang sedikit membuat kita bernostalgia pada masa anak-anak di era ’90-an dahulu. Selain itu juga masih ada Saras 008 atau Panji Manusia Milenium.

Semua kisahnya memang diperuntukkan untuk anak-anak, ringan, menghibur, dan tentunya mendidik untuk kebaikan. Tidak seperti sinetron-sinetron Indonesia saat ini.

Sangat memprihatinkan karena bisa dikatakan bahwa anak-anak Indonesia sekarang mulai kehilangan masa kecilnya dengan tontonan yang sama sekali tak mendidik.